press enter to search

Senin, 28/09/2020 10:48 WIB

5.142 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung

Redaksi | Jum'at, 24/01/2020 21:31 WIB
5.142 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung Banjir Kabupaten Bandung.(ist)

BANDUNG (Aksi.id) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sedikitnya 5.142 kepala keluarga (KK) terdampak banjir menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya Sungai Citarum sejak Kamis (23/1).


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin, Jumat (24/1) mengatakan, banjir terjadi di empat kecamatan di Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Rancaekek.

Namun, rumah yang masih terendam hanya di tiga kecamatan yakni Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. "Jumlah rumah terendam banjir di tiga kecamatan 5.142 KK atau 16.945 Jiwa," kata Enjang, Jumat (24/1).

Enjang menuturkan, ketinggian genangan banjir di wilayah tersebut beragam. "Ketinggiannya mulai dari 10 centimeter hingga 140 centimeter," katanya.

Adapun akibat banjir ini membuat ratusan orang mengungsi. Titik Pengungsian berada di selter Desa Dayeuhkolot dan Gedung Inkanas Baleendah.

"Pengungsi warga Dayeuhkolot dan Baleendaah ada 63 KK, 193 jiwa, 22 lansia, 10 balita dan 1 bayi," ucapnya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, keempat kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Rancaekek. "Banjir akibat dari intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung," kata Budi..

Budi menjelaskan, ketinggian air banjir Bandung yang masuk ke permukiman warga beragam. Mulai dari 30 cm hingga 140 cm. "Untuk kondisi terkini, personel BPBD melakukan asesment dan evakuasi warga dan sebagian siaga di posko lapangan," ujarnya.

Menurut Budi, banjir sudah terjadi di beberapa wilayah sejak Kamis (23/1). Namun air kembali naik setelah hujan yang cukup merata di wilayah Bandung.(ds/sumber CNN)