press enter to search

Sabtu, 29/02/2020 13:58 WIB

Berkat Patroli Bakamla di Selat Malaka, Kejahatan Bersenjata di Laut Menurun

Dahlia | Kamis, 06/02/2020 20:32 WIB
Berkat Patroli Bakamla di Selat Malaka, Kejahatan Bersenjata di Laut Menurun Foto:istimewa

JAKARTA (aksi.id) – ReCAAP mencatat tindak kejahatan bersenjata (armed robbery) tahun 2018 di Indonesia terjadi 27 insiden (21 aktual dan 6 attempted) menurun angkanya di tahun 2019 menjadi 23 insiden (18 aktual dan 5 attempted).

Penurunan ini tentunya hasil dari patroli terkoordinasi Bakamla RI terutama di wilayah rawan insiden (Selat Singapura dan Selat Malaka) dan juga peningkatan kegiatan pemantauan dan surveillance keamanan dan keselamatan laut.

Hal ini dikatakan Executive Director ReCAAP ISC Mr. Masafumi Kuroki yang didampingi oleh Assistant Director (Research), ReCAAP ISC Ms. Lee Yin Mui saat berkunjung ke Markas Besar Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

“ReCAAP berdiri dengan misi combating armed robbery terhadap kapal-kapal yang berada di wilayah perairan Indonesia,” kata Mr. Masafumi Kuroki seperti dikutip dalam rilis Bakamla kepada BeritaTran.com dan Aksi.id.

Pada kesempatan tersebut, ReCAAP menawarkan kepada Bakamla RI dalam beberapa program capacity building mereka dan juga kerjasama information exchange dengan Bakamla RI mengingat Bakamla RI atau dalam hal ini Indonesia belum masuk dalam member countries ReCAAP jadi belum terbentuk formal channel untuk pertukaran info terkait data kejadian atau insiden armed robbery yang perlu di verifikasi antara ReCAAP dan Bakamla RI.

Direktur Kebijakan Laksma Bakamla Samuel Kowaas menyambut baik maksud kedatangan Mr. Masafumi Kuroki. Mengenai tawaran program capacity building, seperti tahun sebelumnya Bakamla RI tidak keberatan menerima tawaran tersebut, tetapi untuk kerjasama info exchange Bakamla RI akan membicarakan hal tersebut dan meminta saran kepada Kemlu dan akan menginfokan kepada ReCAAP setelah mendapat jawaban dari Kemlu, karena bagi Bakamla RI dirasa perlu membicarakan dengan Kemlu terkait koridor pertukaran, info mana yang memang dibolehkan atau ditidak diperbolehkan secara kacamata hubungan politik dan diplomatik dari Kemlu.

Turut hadir pula dalam Pertemuan tersebut, Direktur Kerja Sama Kolonel Bakamla Salim, S.E., dan Kasubdit Kerja Sama Luar Negeri Kolonel Bakamla Satya Pratama dan Kasubdit Garopsla Kolonel Bakamla Imam Hidayat. (awe).