press enter to search

Jum'at, 03/04/2020 17:40 WIB

Tebing di Tepi Jalan Limbangan-Nagreg Garut Longsor Dipicu Gempa

Redaksi | Jum'at, 21/02/2020 15:58 WIB
Tebing di Tepi Jalan Limbangan-Nagreg Garut Longsor Dipicu Gempa     Jalan Raya Limbangan, Garut, Jawa Barat. (ist)

GARUT (Aksi.id) - Tebing di tepi Jalan Raya Limbangan-Nagreg, Palasari, Cijolang, Garut, Jawa Barat longsor, Jumat (21/2) pagi. Tebing dengan ketinggian belasan meter ini longsor karena gempa berkekuatan magnitudo 4,9.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan laporan warga, longsor terjadi pukul 07:57 WIB. Belum ada laporan korban dalam peristiwa ini.

Akun instagram, @infogarut mengunggah video detik-detik longsor tebing tersebut.

Video menunjukan, lonsor terjadi saat sejumlah kendaraan melintas di jalan raya tepat berada di bawah tebing. Sejumlah warga terlihat merekam tebing yang mulai retak tersebut. Tebing yang longsor tampak sudah ditembok.

Agus mengimbau warga berhati-hati dalam berkendara saat melintasi titik terjadinya longsoran.

Gempa magnitudo 4,9 menurut Agus dirasakan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Masyarakat Garut dan sekitarnya merasakan guncangan gempa. Mereka yang berada di Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran merasakan gempa dengan intensitas II - III MMI dan masyarakat di Sukabumi III MMI," kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

MMI atau Modified Mercalli Intensity merupakan skala untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala pada II MMI menjelaskan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sedangkan III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah; terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Gempa yang mengguncang adalah gempa terletak pada 112 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dan berkedalaman 11 km. "Gempat tidak memicu terjadinya tsunami," kata Agus.

Gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas zona subduksi Lempeng Indo-Australia. Aktivitas lempeng tersebut menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. (ds/sumber CNNIndonesia.com)