press enter to search

Selasa, 14/07/2020 16:17 WIB

Cris Kuntadi: Perdagangan Dunia Lewat Perairan Indonesia, Tapi Hanya 13% Kontribusi Maritim terhadap Perekonomian

Dahlia | Jum'at, 28/02/2020 10:38 WIB
Cris Kuntadi: Perdagangan Dunia Lewat Perairan Indonesia, Tapi Hanya 13% Kontribusi Maritim terhadap Perekonomian Foto:istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Staf Ahli Menteri Perhubungan (Menhub), Cris Kuntadi, mengemukakan sekitar 66 persen dari luas wilayah Indonesia adalah laut. Berlokasi strategis membuat Indonesia berada dalam rute perdagangan dunia.

“Sekitar 90 persen perdagangan internasional melalui jalur laut, dan 40 persen melintasi wilayah perairan Indonesia,” ungkap Cris, yang mewakili Menhub menjadi keynote speaker di perhekayan ASEAN Ports and Shipping 2020 Exhibition and Conference.

Konferensi Hotel JW Marriot, kemarin, tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G. Masassya, FCILT, Managing Director, Transport Events, Malaysia, Rory James Doyle, serta perwakilan instansi, pebisnis dan asosiasi terkait bidang logistik, transportasi dan investasi Maritim.

12820201061

Dengan persentase besar perdagangan dunia melewati Indonesia seperti itu, Cris mengutarakan data BPS tahun 2018 memperlihatkan kontribusi maritim terhadap perekonomian Indonesia sampai saat ini tidak lebih dari 15 persen. Tepatnya 13,32 persen.

Mantan Inspektur Jenderal Kemenhub itu mengutarakan jika dilihat dari kondisi makro dan infrastruktur Indonesia, dari 2015 sampai dengan 2018, terdapat peningkatan secara signifikan, terutama pada bidang infrastruktur dan logistik.

Pada tahun 2018, Indeks Performa Logistik atau Logistics Performance Index (LPI) Indonesia menempati posisi 46 dengan skor 3,15. Posisi ini naik dari peringkat sebelumnya pada tahun 2016, yaitu posisi ke-63 dengan skor 2,98.

“Indeks tersebut memperlihatkan bahwa, Indonesia memiliki daya saing global yang semakin meningkat, ditandai dengan adanya pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan, serta peningkatan kualitas dan kompetensi logistik,” cetusnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, terkait arah kebijakan pembangunan tahun 2020-2024, yang tamidk hanya memprioritaskan pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan konektivitas, SDM, dan pariwisata. (awe).

Keyword Cris Kuntadi