press enter to search

Sabtu, 10/04/2021 19:06 WIB

KKP dan Universitas Wollongong Sepakati MoU Bidang SDM dan Budidaya Perikanan

Redaksi | Senin, 02/03/2020 13:14 WIB
KKP dan Universitas Wollongong Sepakati MoU Bidang SDM dan Budidaya Perikanan KKP-Universitas Wollongong, Australia Sepakati Kerja Sama Bidang SDM dan Budidaya Perikanan

SYDNEY (Aksi.id) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyaksikan penandatangan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara  Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Universitas Wollongong, Australia, Minggu (1/3/2020).

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM di bidang kelautan dan perikanan, terutama beraitan dengan ekonomi biru, perubahan iklim, perikanan budidaya, dan ketahanan pangan.

Adapun poin penting MoU ialah berkaitan dengan tata kelola perikanan dan budidaya, pengelolaan perikanan dan ekonomi kelautan termasuk perikanan tidak sah, tidak dilaporkan dan tidak diatur.

Kemudian perihal lingkungan laut, perbatasan dan batas maritim, penegakan hukum dan regulasi maritim, keamanan dan strategi maritim, kebijakan dan hukum kelautan, serta tata kelola kelautan.

"Tolong izinkan saya untuk menyampaikan penghargaan terbesar saya untuk Universitas Wollongong, khususnya Pusat Nasional Lautan Australia, Sumber Daya dan Keamanan (ANCORS), atas dukungan anda yang berkelanjutan terhadap kerja sama kelautan dan perikanan," kata Edhy usai penandatanganan MoU.

KKP dan Universitas Wollongong telah bekerja sama sejak 2011, ketika 30 staf KKP menghadiri Pelatihan Hukum Kelautan Internasional di Australian National Centre of Ocean, Resources and Security (ANCORS).

Kemudian bentuk kerja sama terakhir antara kedua belah pihak, yaitu Program Negosiasi Perikanan yang dilakukan di Jakarta, pada 6-10 Mei 2019 dan 9-13 September 2019, didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

"Pelatihan-pelatihan itu membekali para pejabat kementerian dengan pengetahuan tentang hukum dan kebijakan terkait laut dan perikanan internasional serta keterampilan dalam bernegosiasi dengan organisasi internasional dan negara-negara lain dalam forum bilateral dan multilateral," sambungnya.

Karena itu, MoU ini akan menjadi modal yang baik untuk memupuk kerja sama antar dua negara, dan mendorong kedua belah pihak untuk berpartisipasi aktif dalam memastikan implementasi konkrit dengan menyetujui rencana kerja.

"Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mengundang saya dan untuk semua mitra yang membuat pertemuan penting ini terjadi," jelasnya. (fahmi)