press enter to search

Senin, 30/03/2020 00:58 WIB

Minimalisasi Penyebaran Corona, KAI Larang Penumpang Bersuhu Badan Tinggi Naik KA dan Kembalikan Bea Tiket

Dahlia | Senin, 16/03/2020 17:19 WIB
Minimalisasi Penyebaran Corona, KAI Larang Penumpang Bersuhu Badan Tinggi Naik KA dan Kembalikan Bea Tiket Foto:istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebagai upaya pencegahan tersebarnya virus Corona (COVID-19), mulai 14 Maret 2020, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melarang penumpang dengan suhu badan 38 derajat celsius keatas untuk melakukan perjalanan dengan kereta api.

“Pelarangan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut di area kereta api,” ujar VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan, dalam rilisnya, yang diterima BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin (16/3/2020).

Screenshot_20200316-133215
Petugas memeriksa suhu badan calon penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Minggu (15/3)

Atas kebijakan tersebut, lanjut Yuskal, petugas akan melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang pada saat boarding di stasiun. Apabila terdapat penumpang dengan suhu badan 38 derajat celsius atau lebih, maka tiket penumpang tersebut dapat dikembalikan penuh di luar bea pesan. Proses pengembalian uang tiket bisa dilakukan di loket stasiun setempat.

Jika, calon penumpang tersebut membawa pendamping, maka tiketnya juga dapat dikembalikan penuh untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking. Adapun jika kode bookingnya berbeda maka bea tiket pendamping tersebut yang dapat dikembalikan adalah maksimal untuk dua orang.

Screenshot_20200316-133344
Petugas memeriksa suhu badan calon penumpang kereta api di Stasiun Kutoarjo, Minggu (15/3)

Aturan pelarangan naik KA bagi calon penumpang juga diterapkan bagi penumpang Kereta Api Bandara Kualanamu dan Soekarno-Hatta (Railink) serta KRL.

Bea tiket pendamping penumpang Railink yang dapat dikembalikan adalah maksimal untuk dua orang baik dalam satu kode booking maupun berbeda.

Sedangkan untuk calon penumpang KRL dengan suhu badan 38 derajat lebih akan dirujuk atau diarahkan ke Pos Kesehatan di stasiun untuk dilakukan pemeriksaan.

“Pengecekan saat ini sudah dilakukan di stasiun-stasiun besar. Bertahap akan kami terapkan di seluruh stasiun, karena memang terbatasnya alat pengukur suhu tubuh penumpang. Harapannya tentu saja agar penyebaran virus corona bisa ditekan,” tutup Yuskal.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dari KAI untuk mencegah penyebaran virus Corona. Sebelumnya KAI rutin melakukan pembersihan kereta dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di titik-titik yang sering dilalui oleh penumpang. KAI juga menyediakan hand sanitizer di stasiun agar penumpang dapat tetap menjaga kebersihan tangannya selama berada di stasiun. (fahmi)