press enter to search

Kamis, 29/10/2020 20:59 WIB

UI Bikin Ratusan Liter Hand Sanitizer, Bisa Ambil Gratis di FK Salemba

Redaksi | Rabu, 18/03/2020 09:29 WIB
UI Bikin Ratusan Liter Hand Sanitizer,  Bisa Ambil Gratis di FK Salemba

Jakarta (Aksi.id) - Fakultas Kedokteran  Universitas  Indonesia (FKUI) melalui tim pengabdian masyarakat Departemen Kimia Kedokteran FKUI tengah  menggalakkan program pembuatan 420 liter hand sanitizer.

Nantinya ratusan cairan khusus pencuci tangan itu bakal diserahkan kepada para donatur dan agar membagikannya ke sejumlah rumah sakit, klinik, kantor hingga sejumlah sekolah.

Produksi hand sanitizer mulai dilakukan FKUI di laboratorium Departemen Kimia FKUI kampus Salemba yang didukung oleh 10-15 relawan sejak Senin 16 Maret 2020. Inisiasi ini didasarkan atas langkanya keberadaan produk tersebut di pasaran semenjak mewabahnya Corona Covid-19.

“Antusiasme para donatur sangat tinggi, tercatat saat ini kami harus memproduksi ratusan liter hand sanitizer,” katanya pada Selasa 17 Maret 2020

Ade menjelaskan, total produksi untuk Minggu ini mencapai 420 liter dan jumlahnya masih akan terus meningkat seiring banyaknya permintaan.

 

Lebih lanjut, Ade menuturkan, cairan pencuci tangan ini dibuat berdasarkan formula yang telah dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Sebelumnya, kami juga telah membagikan hand sanitizer secara gratis bagi masyarakat umum, dengan ketentuan pengambilan secara mandiri ke kantor kami di UI Salemba dengan persediaan terbatas sebanyak 100 botol per hari sampai Jumat, di Minggu ini,” katanya lagi.

FKUI kata Ade, sangat mengapresiasi para sukarelawan yang telah membantu dalam proses produksi Kimi-Hand Care demi memerangi virus Corona.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf karena belum semua kebutuhan masyarakat terpenuhi dikarenakan mulai adanya keterbatasan bahan baku,” kata dia.

Sementara Humas UI, Egia Tarigan menambahkan, ratusan botol hand sanitizer itu dapat diperoleh dengan cuma-cuma alias tanpa biaya.

“Ya gratis selama persediaan masih ada, tapi harus diambil mandiri kesana (FKUI),” kata Egia. (ny/Sumber:VIVA.co.id)