press enter to search

Senin, 30/03/2020 00:37 WIB

New York Lockdown Mulai Besok untuk Tekan Virus Corona

Dahlia | Sabtu, 21/03/2020 20:57 WIB
New York Lockdown Mulai Besok untuk Tekan Virus Corona foto:reuters

Jakarta (aksi.id) - Gubernur New York, Andrew Cuomo resmi memerintahkan untuk menutup seluruh wilayah atau lockdown mulai Minggu (22/3) malam. Langkah ini diambil untuk membendung pandemi virus corona (Covid-19). 

Ia memerintahkan bisnis yang tidak penting untuk ditutup dan melarang segala macam pertemuan untuk dilakukan. Ia mengancam akan menjatuhkan denda bagi siapapun yang melanggar perintah tersebut.

"Kita semua berada dikarantina sekarang," kata Cuomo kepada wartawan.

Jumlah infeksi virus corona di negara bagian New York melonjak melewati 8.000 pada Jumat, sebagian besar karena peningkatan pengujian. Cuomo mengatakan bahwa hanya bisnis-bisnis penting yang dapat tetap buka mulai Minggu malam, layanan penting termasuk toko kelontong, apotek dan pengiriman makanan.

"Pertemuan non-esensial individu dari berbagai ukuran dibatalkan," kata Cuomo. "Tindakan ini akan menyebabkan gangguan. Akan menyebabkan banyak ketidakbahagiaan. Saya mengerti itu," kata Cuomo dikutip dari AFP.


Menurut data Johns Hopkins University, angka kematian terkait Covid-19 di AS naik menjadi 249, lebih dari dua kali lipat dalam tiga hari, dengan lebih dari 19.000 orang terinfeksi.

Di antara kasus-kasus baru itu, ada seorang staf di kantor Wakil Presiden Mike Pence. "Baik Presiden Trump maupun Wakil Presiden Pence tidak memiliki kontak dekat dengan individu tersebut," kata sekretaris pers Pence, Katie Miller

Selain New York, Gubernur Illinois J.B. Pritzker juga mengumumkan perintah berdiam diri di rumah untuk seluruh penduduk.

"Ini satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk menekan  penyebaran virus corona," kata dia. Kebijakan tersebut berlaku mulai malam ini hingga 7 April.

Kepala Korps Insinyur Angkatan Darat AS, Todd Semonite, mengatakan pihaknya sedang merenovasi lebih dari 10.000 kamar hotel dan asrama di New York untuk dijadikan rumah sakit sementara.

Sebelumnya, Gubernur California Gavin Newsom telah mengumumkan lockdowndan meminta kepada 40 juta penduduk California untuk tinggal di rumah. Arahan itu mulai berlaku sejak Kamis malam.

Ini memungkinkan pom bensin, apotek, bank, dan layanan binatu tetap terbuka, sementara restoran masih dapat menyediakan take-out dan pengiriman.

Trump mendukung langkah lockdown yang diambil dua negara bagian itu. Meski begitu, ia menegaskan tidak perlu melakukan lockdown secara nasional, karena penyebaran Covid-19 di beberapa negara bagian AS tidak sebanyak di wilayah yang padat penduduknya.

"Mereka mengambil langkah-langkah tepat. Saya memuji mereka," kata Trump, merujuk pada Cuomo dan Newsom.

Trump juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Meksiko telah sepakat untuk membatasi perjalanan di perbatasan mulai Sabtu.

Dia mengatakan langkah itu mirip dengan yang sudah diterapkan Kanada. (lia/sumber:cnnindonesia)