press enter to search

Jum'at, 25/09/2020 20:50 WIB

Ridwan Kamil Minta Bekasi Tiru Anies Tangani Corona

Redaksi | Minggu, 22/03/2020 17:58 WIB
Ridwan Kamil Minta Bekasi Tiru Anies Tangani Corona Mau semprot corona.

BEKASI (Aksi.id) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Pemerintah Bekasi meniru penanganan atau kebijakan yang diterapkan Jakarta terkait virus corona (Covid-19). Ridwan beralasan karena kedua wilayah punya statistik serupa soal Covid-19.


"Jadi buat Bekasi kebijakan di Jakarta di-copy karena situasi persis, kota padat dan statik jumlah PDP dan ODP tertinggi," kata dia dalam siaran langsung saat mengunjungi Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/3).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga meminta Wali Kota Bekasi menutup segala kegiatan perkantoran mulai Senin (23/4) selama satu pekan.


"Artinya minggu ini saya rekomendasi arahkan kepada walikota untuk tidak ada kantor yang melaksanakan kegiatan seperti di Jakarta selama seminggu di masa kritis ini," ujar Kang Emil.

Imbauan ini diambil setelah data analisa yang dilakukan, area Bogor, Depok, dan Bekasi menjadi wilayah dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak. Ia mengatakan itu karena tiga wilayah tersebut dekat dengan Jakarta sebagai lokasi episentrum penyebaran wabah corona.

Data pemerintah per 21 Maret 2020 dari 450 orang positif Covid-19, 267 orang di antaranya berdomisili di Jakarta dan 55 orang lainnya tersebar di Jawa Barat. Dari 55 orang, 41 orang yang terinfeksi tersebut tinggal di Bogor, Bekasi, dan Depok.

"Itu mengidentifikasi bila penyebaran penularan daerah yang dekat Jakarta sebagai epicentrum penularan virus," kata Ridwan.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerukan pelaku usaha agar menghentikan kegiatan perkantoran untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

Jika tidak bisa berhenti secara total, Anies meminta pelaku usaha agar karyawannya bisa bekerja dari rumah. Anies sebelumnya juga menetapkan status tanggap darurat Covid-19 mulai Jumat (20/3) hingga 14 hari ke depan.


"Seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara dihentikan menutup operasional dan lakukan kegiatan dari rumah," kata Anies. (ds/sumberCNNIndonesia.com.)