press enter to search

Jum'at, 05/06/2020 12:29 WIB

Jadwal KRL Jabodetabek Kembali Normal Setelah Dievaluasi

Dahlia | Senin, 23/03/2020 14:32 WIB
Jadwal KRL Jabodetabek Kembali Normal Setelah Dievaluasi Foto:istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek kembali normal setelah dievaluasi.

Sebelumnya diberlakukan pelayanan sejak hari ini (23/3/2020) mulai pukul 06.00-20.00 WIB guna mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

Namun sayangnya, jadwal yang mundur dari biasanya berangkat awal dari Bogor pukul 04.00 WIB memberikan dampak kepadatan luar biasa. Kebutuhan angkutan masal yang satu ini ternyata masih sangat tinggi.

“Dari hasil evaluasi, jadwal KRL akan kembali normal mulai sore ini pukul 15.00 dan berlanjut normal hingga seterusnya,” jelas VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba.

Dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04:00 hingga 24:00 WIB. Hal ini berlaku untuk seluruh 80 stasiun dan seluruh rute KRL.

“Dengan normalisasi jadwal ini, kami mengimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL Kembali normal untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang mendesak,” ungkapnya.

Sejalan dengan kebijakan dari pemerintah dan immbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah juga semakin banyak masyarakat yang mengikuti.

Dalam satu pekan terakhir, jumlah pengguna KRL telah turun 50-60% dari rata-rata satu juta pengguna per hari menjadi hanya 400-500 ribu pengguna setiap harinya.

Sebelumnya PT KCI telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line.

Upaya tersebut termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer di kereta dan stasiun hingga lebih dari 2.000 botol.

“Selanjutnya beberapa stasiun juga mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet, bagi pengguna untuk digunakan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL,” kata dia.

Penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta juga dilakukan di dalam stasiun dan kereta. Di dalam stasiun, PT KCI bersama KAI membuat garis batas antrian di loket, gate, dan sebelum pemeriksaan suhu tubuh.

Selanjutnya petugas juga mengarahkan pengguna untuk dapat mengisi kereta/gerbong yang kosong terlebih dahulu. Selama perjalanan, petugas pengawalan kereta juga bergerak menghimbau pengguna untuk berpindah dari kereta/gerbong yang penuh ke kereta/gerbong yang lebih kosong.

“Berbagai kebijakan ini tentu perlu juga mendapat dukungan dari para pengguna KRL untuk bersama-sama menerapkan jaga jarak serta gaya hidup bersih dan sehat,” pungkas Anne. (omy)

Keyword KRL