press enter to search

Jum'at, 25/09/2020 20:17 WIB

Pangeran Charles Positif Terinfeksi corona

Dahlia | Rabu, 25/03/2020 19:33 WIB
Pangeran Charles Positif Terinfeksi corona Foto:istimewa

LONDON (aksi.id) – Pangeran Charles dinyatakan positif virus corona, Rabu (25/3/2020). Putra Ratu Elizateh II itu merupakan anggota inti kerajaan Inggris pertama yang positif Covid-19.

Kantor Charles, Clarence House, menyatakan, putra tertua Ratu tersebut mengalami gejala virus corona yang kemudian menjalani tes.

Pria 71 tahun yang merupakan pewaris utama takhta kerajaan Inggris itu mengalami gejala Covid-19 sedang, namun kondisinya baik.

“Bagaimanapun dia dalam kondisi kesehatan yang baik,” bunyi pernyataan, dikutip dari AFP.

Ratu Dipindahkan

queenelizabeth

Sebelumnya diberitakan seorang staf Istana Buckingham, London, Inggris, dinyatakan positif virus corona saat Ratu Elizabeth II masih tinggal di sana.

Ratu pindah ke Kastil Windsor pada Kamis setelah mengetahui staf tersebut positif terinfeksi.

Seorang sumber di Istana Buckingham mengatakan, kondisi perempuan 93 tahun baik. Belum diketahui apakah Ratu akan menjalani tes virus corona atau tidak.

Staf yang tidak disebutkan identitasnya itu mulanya mengeluh sakit dan mengalami gejala Covid-19. Setelah diperiksa pada awal pekan, dia dipastikan terinfeksi.

Belum diketahui sedekat apa staf tersebut dengan Ratu.

Setelah kejadian tersebut, semua staf Rumah Tangga Kerajaan yang berhubungan dengan penderita langsung menjalani karantina mandiri.

“Staf itu dites positif sebelum Ratu pindah ke Windsor. Tapi Istana memiliki 500 staf. Jadi, seperti di tempat kerja yang lain, itu bisa berdampak dalam beberapa tahap,” kata sumber, menunjukkan kecil kemungkinan Ratu terpapar langsung, dikutip dari The Sun, Minggu (22/3/2020).

Diketahui staf tersebut dalam kondisi stabil di karantina.

Sementara itu Istana Buckingham enggan banyak berkomentar mengenai stafnya yang terinfeksi. Istana hanya menegaskan telah menjalankan standar prosedur untuk menangkal penularan.

“Sejalan dengan panduan, kami telah melakukan tindakan yang diperlukan untuk melindungi semua karyawan dan orang-orang yang terdampak,” kata juru bicara.

Sementara itu Ratu dan Pangeran Philip (98) kini tinggal di Windsor sampai waktu yang belum ditentukan.

Rencananya, Ratu Elizabeth II akan menyampaikan pidato pengarahan hari ini terkait wabah corona yang disiarkan langung di televisi.

Inggris Lockdown

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan memerintahkan polisi untuk memberlakukan lockdown alias penguncian wilayah yang ketat di Inggris selama tiga pekan, menyusul wabah virus corona (Covid-19) yang melanda negara itu. Selain itu, dia melarang diadakannya pertemuan yang dihadiri lebih dari dua orang dan memberi batasan ketat untuk warga berolahraga.

“Anda harus tinggal di rumah,” demikian instruksi PM Johnson kepada rakyat Inggris, seperti dikutip The Guardian, Selasa (24/3/2020).

Dia juga memperingatkan bahwa orang-orang hanya akan diizinkan keluar rumah untuk kegiatan tertentu, seperti membeli makanan atau obat-obatan, berolahraga sendirian sekali sehari, atau pergi bekerja jika benar-benar diperlukan. Semua toko yang tidak penting akan ditutup dengan segera, termasuk taman bermain dan perpustakaan.

“Anda tidak boleh dulu bertemu dengan teman-teman. Jika teman Anda mengajak Anda untuk bertemu, Anda harus mengatakan tidak,” ujarnya.

“Anda tidak boleh dulu mengunjungi anggota keluarga yang tidak tinggal di rumah. Anda tidak berbelanja kecuali barang-barang penting seperti makanan dan obat-obatan, dan Anda harus melakukan hal-hal semacam ini sesedikit mungkin,” katanya.

Dia menegaskan, ada sanksi tegas bagi yang melanggara ketentuan ini. “Jika Anda tidak mengikuti aturan, polisi akan memiliki kekuatan untuk menegakkannya, termasuk melalui denda dan pembubaran pertemuan,” ucapnya.

Keputusan tersebut menyusul pengumuman Pemerintah Inggris, Jumat (20/3/2020)lalu, bahwa semua pub, restoran, dan pusat kebugaran harus ditutup. Setelah berminggu-minggu enggan mengikuti kebijakan lockdown yang sudah lebih dulu diterapkan di beberapa tempat lain di Eropa, Johnson akhirnya mengumumkan rencana tersebut setelah mendapat tekanan dari kabinetnya sendiri.

“Masing-masing dari kita sekarang wajib untuk bergabung bersama. Untuk menghentikan penyebaran penyakit ini, menyelamatkan ribuan nyawa,” katanya.

Jumlah kasus kematian akibat virus corona di Inggris pada Senin (24/3/2020) kemarin melonjak 54 menjadi 335 kasus.