press enter to search

Minggu, 17/01/2021 23:41 WIB

Virus Corona Bisa Menular Melalui Makanan? Ini Kata Ahli

Redaksi | Jum'at, 17/04/2020 16:00 WIB
Virus Corona Bisa Menular Melalui Makanan? Ini Kata Ahli foto: Istimewa | Soto Medan terhidang di meja makan lengkap dengan perkedel dan daging ayam suir (Instagram: @resepandalankoki)

JAKARTA (Aksi.id) - Semakin luasnya penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19, membuat sebagian masyarakat khawatir dan lebih waspada dalam memilih dan menyajikan makanan.

Sebab, ada juga kekhawatiran makanan tak higienis atau bahkan dapat terpapar virus corona atau covid-19 bila memesan makanan yang dibeli dari luar rumah.

Kecemasan tersebut tak jarang memunculkan kewaspadaan yang salah kaprah karena kekhawatiran corona menular lewat makanan. Benarkah makanan bisa menjadi media penular corona.

Verifikasi Fakta

Berdasarkan yang Aksi.id kutip dari viva, menyebutkan akun instagram @dokter_stella_spog yang mengunggah video yang berisi penjelasan dari dr. Stella Shirley Mansyur, SpOG dan dr. Muhammad Yusuf SpOG.

Yusuf menjelaskan pengolahan makanan tentu harus higienis. Sebelum memasak, karyawan harus mencuci tangan lebih dulu. Bahkan, ada standar higienis atau standar kesehatan sebelum melakukan pengolahan makanan.

"Karena itu, makanan yang diolah pasti aman," katanya.

Lalu, Stella menjelaskan alasan virus corona tak menular melalui makanan. Virus tak sama dengan bakteri. Sebab, virus harus hidup pada inang yang merupakan sel hidup. Sementara, makanan merupakan benda mati.

"Seiring dengan waktu jumlah virus yang menempel pada makanan tersebut akan berkurang atau bahkan bisa menghilang. Berbeda dengan bakteri pada makanan, bakteri akan tumbuh terus dan bertambah banyak," kata Stella.

Yusuf menambahkan virus tak tahan terhadap asam lambung. Karena itu, bila makanan yang mengandung virus termakan, maka virus akan mati dalam proses di dalam asam lambung.

Stella menambahkan bagaimana berbelanja bahan makanan agar aman di tengah pandemi virus corona. Buah atau sayur yang dibeli harus segera dicuci dengan air mengalir tanpa sabun.

"Bahan makanan tersebut dimasak minimal dengan pemanasan 65 derajat selama 3 menit agar virus tersebut mati," kata Stella.
(fhm/sumber viva)