press enter to search

Senin, 26/10/2020 14:40 WIB

Raja Salman Izinkan Petugas Salat Tarawih Berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dahlia | Rabu, 22/04/2020 12:10 WIB
Raja Salman Izinkan Petugas Salat Tarawih Berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

RIYADH (aksi.id)  – Raja Arab Saudi,  Salman bin Abdulaziz al-Saud, menyetujui pelaksanaan Salat tarawih di dua masjid suci umat Islam di Makkah dan Madinah. Namun, salat sunat berjamaah itu akan dikurangi jumlah rakaatnya. Jamaah umum juga tidak diperkenankan masuk ke dua masjid itu selama Ramadhan.

Presiden Jenderal Otoritas Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Dr Abdulrahman bin Abdulaziz al-Sudais, kemarin telah mengumumkan bahwa Salat Tarawih berjamaah yang digelar di dua masjid suci itu selama Ramadan hanya terbatas untuk karyawan dan para pegawai otoritas.

Kehadiran karyawan di dua masjid itu pun akan terus dibatasi untuk pekerja yang benar-benar diperlukan tenaganya dalam pemeliharaan situs suci umat Islam itu. Mereka yang masuk bekerja di masjid juga bergantung pada prioritas dan sesuai dengan langkah-langkah pencegahan wabah yang telah ditetapkan pemerintah.

Salat Tarawih juga akan dipersingkat menjadi 10 rakaat plus Witir 3 rakaat. Biasanya, Salat Tarawih berjamaah di Masjid al-Haram dilaksanakan 20 rakaat plus Witir 3 rakaat.

Dikutip Alarabiyah, Rabu (22/4/2020), Juru Bicara Otoritas Dua Masjid Suci, Hani bin Hosni Haider menyatakan, pihaknya menyiapkan rencana komprehensif untuk penerapan tindakan pencegahan virus corona selama Bulan Suci Ramadhan di Makkah dan Madinah.

Rencana tersebut termasuk penangguhan berkelanjutan bagi jamaah umum yang hendak memasuki Masjid al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, serta; meningkatkan proses sterilisasi dan pengujian termal setiap pekerja dan jamaah yang masuk untuk penyelengaraan salat jenazah.

Kegiatan berbuka bersama yang selama ini menjadi tradisi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan, juga akan dihentikan. Sebagai gantinya, para petugas dari Pemerintah Provinsi Makkah dan Madinah akan ditugaskan untuk mendistribusikan hidangan buka puasa ke rumah-rumah penduduk, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Saat ini, ada 11.631 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Arab Saudi. Sebanyak 9.882 di antaranya adalah kasus aktif, 1.640 pasien sembu, dan 109 pasien meninggal dunia, menurut Kementerian Kesehatan Saudi. (lia/sumber:inews)