press enter to search

Minggu, 17/01/2021 22:11 WIB

Tarawih Sepi, Muazin di Masjidil Haram: Hati Kami Menangis

Dahlia | Selasa, 28/04/2020 17:12 WIB
Tarawih Sepi, Muazin di Masjidil Haram: Hati Kami Menangis

aksi.id - Kerajaan Arab Saudi memperpanjang penangguhan salat berjemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadan tahun ini untuk membendung penyebaran virus corona. Iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah juga tidak diperbolehkan.

Keputusan ini diumumkan pihak pengelola kedua masjid itu melalui Twitter, dengan mengutip Presiden Jenderal Sheikh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais.

Alih-alih salat berjemaah, kedua masjid itu akan menggelar salat lima waktu dan tarawih selama Ramadan tanpa jemaah umum sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona serta meningkatkan operasi penyemprotan disinfektan.

Langkah tersebut kembali disuarakan media kerajaan tersebut, Saudi Gazette, dalam cuitannya.

Arab Saudi mencatat total 10.484 kasus virus corona pada Selasa (21/04), dengan kematian 103 orang.

"Kita berada dalam satu perahu. Jika kita sama-sama berkomitmen, kita akan mencapai pantai dengan selamat. Kita terbiasa mengadakan banyak aktivitas sosial selama Ramadan, tahun ini akan berbeda dan saya mendesak semua orang untuk berkomitmen menjaga jarak," ucap Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq al-Rabiah, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

hajiHak atas fotoAHMAD GHARABLI/AFP/GETTY IMAGES
Image captionKuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 204.000 orang. Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

Bagaimanapun, tidak semua orang menerima keputusan ini dengan lapang dada.

"Hati kami menangis," kata Ali Mulla, muazin di Masjidil Haram.

"Kami terbiasa melihat masjid suci penuh orang selama siang, malam, setiap saat...Saya merasa sakit di dalam," tambahnya, kepada kantor berita AFP.

Pada awal bulan April, memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota suci Mekah dan Madinah sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Arab Saudi menyalahkan Iran atas naiknya jumlah kasus virus corona di dalam wilayah Saudi, seraya mengecam Teheran lantaran membolehkan warganya masuk tanpa memberikan cap pada paspor mereka. (sumber:bbcindonesia)