press enter to search

Kamis, 04/06/2020 14:53 WIB

Di Lapas Nusakambangan, Habib Bahar bin Smith Tempati Sel `One Man One Cell`

Redaksi | Sabtu, 23/05/2020 05:56 WIB
Di Lapas Nusakambangan, Habib Bahar bin Smith Tempati Sel `One Man One Cell`

JAKARTA (Aksi.id) - Habib Bahar bin Smith telah menempati sel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu Nusaksmbangan sejak Rabu (20/5/2020).

Kepala Lapas Klas I Batu Erwedi Supriyatno menerangkan, Habib Bahar akan berada di dalam sel one man one cell (satu orang satu sel).

Hal itu dikarenakan Lapas Batu Nusakambangan dikhususkan bagi narapidana berelevel high risk (risiko tinggi).

       
»
tribunnews
tribunnews
 

"Kalau di Lapas Batu one man one cell, karena high risk. Jadi sendirian," kata Erwedi saat dimintai konfirmasi,” Kamis (21/5/2020).

Kata Erwedi, pihaknya mengetahui kepindahan Habib Bahar pada Selasa tengah malam.

“Pukul 06.00 WIB [hari Rabu] tiba di Wijayapura, terus menyeberang, sampai Lapas Batu pukul 06.35 WIB,” kata dia.

Erwedi mengatakan proses pemindahan Habib Bahar hingga penerimaan di Lapas Batu telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Bahkan, katanya, pihaknya juga melaksanakan SOP yang berkaitan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam pemindahan Habib Bahar.

Erwedi menjelaskan, di Lapas Batu ini petugas lapas akan melakukan asesment dalam kurun waktu tertentu. 

Petugas juga akan mengamati perilaku Habib Bahar dan ada kemungkinan diipindah ke lapas lainnya.

“Kalau ada perubahan perilaku, bisa saja dipindah ke lapas maksimum,” jelasnya.

Menurutnya, penempatan seorang napi akan sangat dipengaruhi tingkat risikonya. Jika napi tersebut berisiko tinggi, maka yang bersangkutan akan ditempatkan di lapas high risk.

Sebaliknya, jika napi tersebut kooperatif dan berisiko rendah, maka napi bisa ditempatkan di lapas maksimum atau lapas dengan pengamanan standar tinggi.

Erwedi menjelaskan, di Nusakambangan ada tiga lapas high risk prison atau lapas risiko tinggi. 

Yakni, Lapas Batu yang dikhususkan untuk bandar narkoba. Lapas Pasir Putih untuk napi risiko tinggi terorisme. Dan Lapas Karanganyar untuk napi narkoba dan kejahatan berat lainnya. Di ketiga lapas high risk ini napi ditempatkan satu orang satu sel.

Diketahui, pemindahan tersebut dilakukan setelah simpatisan pendukung Habib Bahar bin Smith melakukan gangguan keamanan dan ketertiban saat menggeruduk Lapas Kelas IIA Gunung Sindur.

"Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Kelas I Batu Nusakambangan," ujar Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Apriyanti dalam keterangannya, Rabu (20/5/2020).

 Ditahan hingga November 2021

Habib Bahar bin Smith dapat menghirup udara kebebasan pada Sabtu (16/5/2020) setelah mendapat program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, terpidana kasus penganiayaan remaja tersebut kembali dijemput Selasa (19/5/2020) untuk kembali dijebloskan ke penjara.

Program asimilasinya dicabut Kemenkumham.

Alasannya, Bahar bin Smith menyampaikan ceramah yang meresahkan masyarat selama beberapa hari bebas.

Selain itu, Bahar juga dinilai tidak mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketika mengundang banyak massa mendengarkan ceramahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Awawiyyin itu kini kembali melanjutkan sisa masa hukumannya.

Untuk kembali menghirup udara bebas, Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham Rika Aprianti mengatakan Habib Bahar bin Smith harus menunggu sampai tahun depan.

"Yang bersangkutan ditahan sampai 18 November 2021," kata Rika saat dimintai konfirmasi, Rabu (20/5/2020).

Kabar terkini, Ditjen PAS Kemenkumham memutuskan memindahkan tempat penahanan Habib Bahar bin Smith untuk sementara waktu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu Nusaksmbangan

"Habib Bahar telah dipindahkan dari Lapas Khusus Gunung Sindur ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan pada hari Selasa, tanggal 19 Mei dengan pengawalan Kepolisian dan jajaran Pemasyarakatan," jelas Rika.

Rika mengatakan kebijakan itu diambil lantaran sejak dijebloskan kembali ke Lapas Gunung Sindur sejak Selasa (19/5/2020), simpatisan Bahar berkerumun dan melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban Lapas.

Rika mengatakan kondisi tersebut rentan penularan virus corona atau Covid-19.

"Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan," kata Rika.

Rika menerangkan alasan pemindahan Bahar ke Lapas Klas I Nusaksmbangan dilakukan dengan sejumlah pertimbangan

Di antaranya, menghindari gangguan keamanan yang ditimbulkan oleh simpatisan pendukung, mencegah pelanggaran protokol kesehatan atas darurat Covid-19 karena kerumunan, serta untuk kepentingan keamanan, ketertiban dan pembinaan bagi yang bersangkutan.

"Diharapkan yang bersangkutan dapat mengikuti semua ketentuan dan SOP yang berlaku di Lapas Klas I Batu Nusaksmbangan," kata Rika.(ny/Sumber: Tribunnews.com)

Artikel Terkait :

-