press enter to search

Kamis, 04/06/2020 15:46 WIB

RI Tegaskan Dukungan kepada Palestina, Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat

Redaksi | Sabtu, 23/05/2020 06:05 WIB
RI Tegaskan Dukungan kepada Palestina, Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat AFP/HAZEM BADER Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk mengeluarkan karavan yang digunakan untuk fasilitas sekolah baru Palestina di Susia, Hebron di Tepi Barat. Rabu (19/02/2020)

JAKARTA (Aksi.id) – Indonesia menegaskan dukungannya kepada Palestina dan menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel yang akan mengancam perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam konsultasi virtual Dewan Keamanan PBB, Rabu (20/5/2020) Indonesia menegaskan pentingnya tetap menjaga pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) dalam masa pandemi virus corona atau Covid-19.

“Masih banyak tantangan yang kita hadapi untuk mencapai SDG’s termasuk pandemi Covid-19,” mengutip keterangan wakil Indonesia dalam sidang APFSD di twitter @mofa_Indonesia, Agung Pramono.

Aneksasi sendiri berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengambilan dengan paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dengan tanah (negara) sendiri.

Diperlukan refleksi dan rekalibrasi strategi pembangunan pasca pendemi Covid-19.

Namun, Indonesia tetap berkomitmen untuk mencapai SDG’s dengan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindunga lingkungan sambil memastikan ‘no one left behind’.

“Bersama kita bisa optimis dalam ‘build back better’,” ujarnya.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Achmad Rizal Purnama menegaskan, Indonesia akan tetap teguh pada prinsip Solusi Dua Negara untuk perdamaian Israel dan Palestina.

“Apapun rencana terkait aneksasi, prinsip itu yang tidak bisa kita terima karena menyalahi berbagai macam hukum internasional dan bertentangan dengan two state solution (solusi dua negara),” ujarnya saat dihubungi.

Rizal mengungkapkan, aneksasi adalah salah satu bentuk hambatan perdamaian, yang malah memupuskan cita-cita Palestina untuk merdeka. Terlebih lagi, wilayah yang diambil selama ini dijadikan permukiman ilegal oleh Israel.

“Permukiman ilegal itu ditentang PBB,” katanya.

Asia Pacific Forum for Sustainable Development (APFSD) ke 7 sendiri bertujuan untuk membahas perkembangan dan percepatan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. (ny/Sumber:Tribunnews.com)