press enter to search

Senin, 13/07/2020 18:43 WIB

Wakil Wali Kota Surabaya ODP Setelah Bertemu Warga Positif Covid-19

Redaksi | Rabu, 03/06/2020 15:48 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya ODP Setelah Bertemu Warga Positif Covid-19    Ilustrasi. (ist)

SURABAYA (Aksi.id) - Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana saat ini menyandang status orang dalam pemantauan (ODP) dan menjalani karantina mandiri, setelah ia meninjau warga di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Kunjungan Wisnu terjadi pada Minggu (31/5) lalu. Tujuannya untuk menguatkan dan menyemangati warga yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari karantina.

Setelah menemui 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, beberapa waktu kemudian Dinas Kesehatan Surabaya melalui Puskesmas Kedungdoro, meralat status lima di antara warga 15 tersebut. Mereka kembali dinyatakan positif.

"Ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif," kata Wisnu dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Dia pun mengaku telah meminta izin kepada Risma untuk menjalani masa karantina mandiri dan menganggap kejadian yang menimpanya sebagai risiko tugas.

"Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan. Insya Allah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini risiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya," ujarnya.

Terpisah, Ketua RT/RW 04/08 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Malik, mengaku resah atas ralat status warga tersebut.

Malik membenarkan bahwa sejak pemulangan belasan warganya, Sabtu pekan lalu, Dinkes Surabaya sudah menyatakan mereka negatif Covid-19.

"Tapi hasil swab tesnya tidak segera diumumkan. Warga ditelepon satu per satu di kamar dikatakan siap-siap untuk pulang. Ternyata seperti ini, Kami harus percaya kepada siapa?" ujar Malik.

Malik mengatakan ia bersama seluruh warga kampung sudah terlanjur senang mendengar kabar pemulangan tersebut. Namun belakangan, akibat informasi diralatnya status warga ia pun mengaku bingung.

CNNIndonesia.com sudah berupaya mengonfirmasi hal ini ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Namun yang bersangkutan belum memberikan respons. (ds/sumber CNNIndonesia.com).