press enter to search

Senin, 18/01/2021 10:21 WIB

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jabar hingga 26 Juni

Redaksi | Jum'at, 12/06/2020 18:38 WIB
Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jabar hingga 26 Juni Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

BANDUNG (Aksi.id) - Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi Jabar diperpanjang hingga tanggal 26 Juni mendatang. Hal itu dilakukan untuk mewadahi kota dan kabupaten di zona kuning yang menghendaki penerapan PSBB proporsional.

"Keputusan di hari ini adalah PSBB Jabar diperpanjang  sampai tanggal 26 Juni untuk mewadahi kota dan kabupaten yang zona kuning, yang ingin melakukan yang namanya PSBB skala proporsional, jadi PSBB Jabar diperpanjang sampai tanggal 26 Juni," kata dia melalui keterangannya dalam video conference, Jumat (12/6).

Namun demikian, Emil menambahkan, khusus untuk Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) bakal disesuaikan dengan DKI Jakarta memperpanjang PSBB hingga 2 Juli mendatang. Sementara itu, bagi wilayah yang sudah ada di zona biru dipastikan tidak melanjutkan PSBB.

"Khusus untuk Bodebek karena dari awal sudah diinstruksikan agar satu frekuensi dengan Jakarta maka PSBB proporsional di Bogor, Depok, dan Bekasi disamakan dengan jadwal Jakarta yaitu tanggal 2 Juli 2020," ucap dia.
"Jadi, artinya ada tiga situasi di Jabar, satu yang melaksanakan PSBB proporsional sampai 2 Juli kemudian ada yang melanjutkan PSBB proporsional sampai 26 Juni dan ada yang tidak melanjutkan karena sudah masuk ke zona biru," lanjut dia.

Emil pun mengungkapkan, dalam proses new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terdapat sejumlah pergerakan manusia dan orang yang harus diwaspadai. Berdasarkan hasil rapat dengan bupati dan wali kota, statistik pergerakan dua unsur tadi meningkat.

Pertama menyikapi situasi proses new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru kami mendapati ada pegerakan-pergerakan yang harus diwaspadai karena dari sisi statistic pergerakan manusia dan orang itu kembali meningkat, kedua terjadi temuan-temuan Covid di tempat-tempat yang sebelumnya kurang diwaspadai," pungkas dia. (ds/sumber Kumparan.com)