press enter to search

Sabtu, 15/08/2020 19:48 WIB

Kemenkes Waspadai Infeksi Ganda, DBD dan Covid-19

Redaksi | Senin, 22/06/2020 12:47 WIB
Kemenkes Waspadai Infeksi Ganda, DBD dan Covid-19   Petugas melakukan pengasapan (fogging) di kawasan Pasar Baru, Jakarta.

JAKARTA (Aksi.id) - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat masa pandemi virus corona (Covid-19).

Dia mengatakan, saat ini terjadi infeksi ganda akibat penyakit DBD dan Covid-19. Pihaknya menerima banyak laporan dari sejumlah provinsi terkait kasus DBD sekaligus Covid-19.

"Dari 460 kabupaten/kota yang melaporkan kasus DBD, sebanyak 439 kabupaten/kota yang juga melaporkan kasus Covid-19, jadi ini ada infeksi ganda," katanya di kantor BNPB, Jakarta, Senin (22/6).

Ia mengingatkan kasus DBD biasanya terjadi pada Maret. Namun tahun ini DBD masih bertambah hingga Juni. Berdasarkan catatan kasusnya, masih terjadi 100-500 kasus DBD per hari, jumlah kasus DBD sendiri sudah mencapai 68 ribu kasus.

"Jadi di provinsi yang angka kasusnya (Covid-19) tinggi juga melaporkan DBD, seperti Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan," katanya.

Kasus DBD juga menyebabkan tingginya angka kematian. Laporan Kemenkes mencatat ada 346 kasus meninggal dunia akibat DBD hingga Juni tahun ini.

Nadia mengimbau masyarakat melakukan gerakan 3M plus untuk mencegah DBD di rumah. Gerakan tersebut meliputi menguras penampungan air, menutup atau mengubur barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk dan mendaur ulang limbah barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Sedangkan gerakan `plus` adalah mencegah gigitan nyamuk seperti menggunakan losion dan obat antinyamuk.

"Pastikan mencegah demam berdarah dari rumah, lakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M plus," katanya.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto sempat mengingatkan masyarakat pada penyakit selain corona, yaitu DBD, saat memasuki musim pancaroba.

Yuri mengimbau kepada seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia untuk melakukan pemberantasan terhadap sarang nyamuk yang ada di sekitar mereka. Apalagi kata dia, jika sampai penyakit demam berdarah bercampur dengan virus corona maka akan mengakibatkan angka kematian yang cukup tinggi. (ds/sumber CNNIndonesia.com)