press enter to search

Senin, 10/08/2020 18:16 WIB

Jempol, Polisi AKP Priyo Tolak Anak Hendak Penjarakan Ibu Kandung

Redaksi | Rabu, 01/07/2020 15:57 WIB
Jempol, Polisi AKP Priyo Tolak Anak Hendak Penjarakan Ibu Kandung AKP Priyo Suhartono, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, NTB.

LOMBOK (Aksi.id) - Perlu diacungi jempol, seorang polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia mendapat sorotan positif usai melakukan tindakan yang berlawanan dengan tugasnya.

Polisi bernama AKP Priyo Suhartono ini menolak menindaklanjuti laporan dari seorang warga, yakni seorang pria berinisial M (40) yang berniat melaporkan ibunya K (60). Artinya pria itu berniat memenjarakan ibunya sendiri  

Sebagai seorang Kasat Reskrim, dia seharusnya menerima pelaporan tersebut. Tapi, nurani nya berkata lain. Dia menolak laporan itu dan memediasi permasalahan yang dialami M dan K.  

Aksinya mendapat sorotan positif dari masyarakat hingga para pimpinandi institusi Polri. Bahkan, dia diusulkan mendapat penghargaan dari Kapolri. kumparan telah merangkum kisah bijaksana dari polisi yang berdinas di Polres Lombok Tengah ini.  
 
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/6) dan videonya beredar. Kala itu, Priyo melakukan mediasi bersama pria itu, M (40 tahun); dan K (60), ibu dari pria tersebut.  

Pria itu hendak melaporkan ibunya lantaran sepeda motor yang dibelikan sang ibu untuknya itu malah sering dipakai kerabatnya.  

"Sekarang, saya sudah perintahkan anggota saya: Tidak ada yang menindaklanjuti kasus ini, karena apa, karena saya mengikuti perintah Allah, perintah Alquran, perintah agama," kata Priyo kepada pria tersebut seperti terekam di video.  

Priyo membenarkan adanya peristiwa itu. "Saya tahu polisi salah bila menolak laporan, tapi ini bicara hati nurani," katanya, Selasa (30/6).
 
Hati Nurani Priyo di Atas Tugas

AKP Priyo menjelaskan alasan penolakan tersebut. Ia panjang lebar bercerita soal tugas dan nuraninya yang berkata lain. Sebelum menolak laporan dari M, Priyo sudah mencoba menenangkan pria tersebut.  

"Sebenarnya memang saya menolak karena dalam artian penolakan karena secara pribadi ini sebuah topeng untuk mengatakan perkara ini diselesaikan saja secara kekeluargaan hanya saja orang ini ngeyel enggak ngerti," kata Priyo.
 
"Saya sudah menyampaikan dari segi ini itu tapi dia masih bersikeras jadi akhirnya saya jujur saya kasihan sama ibu itu namanya sama orang tua, makanya saya tolak," tambahnya.  

Menurut Priyo, tidak seharusnya masalah keluarga dibawa ke ranah hukum. Terlebih, pihak yang dilaporkan adalah ibu kandung sendiri yang telah merawat dan membesarkan anak dari kecil.

"Bahwa perkara ini selesaikanlah secara kekeluargaan. Memang saya jujur kalau menolak laporan salah, cuman kita bermain hati nurani, masa tega anak mau kasusin ibunya," ucap Priyo.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengapresiasi langkah Priyo. Bahkan, Iqbal akan mengusulkan bahwa Priyo bisa mendapat penghargaan pin emas dari Kapolri, Jenderal Polisi Idham Aziz.  


"Dia akan mendapat Piagam Penghargaan dari Kapolda, termasuk diusulkan juga kepada Mabes Polri, dalam hal ini Kapolri, untuk mendapat Pin Emas dari Kapolri," kata M. Iqbal kepada kumparan, Selasa (30/6).


Selain itu, Iqbal juga sudah menghubungi Priyo. Ia diminta bicara pada hari ulang tahun Polri di NTB, pada 1 Juli esok.  


 "Saya ditelepon Kapolda, disuruh upacara di Polda pada 1 Juli Hari Bhayangkara nanti, untuk mendapat penghargaan," kata Priyo.(ds/sumber Kumparan.com)

Artikel Terkait :

-