press enter to search

Senin, 10/08/2020 18:20 WIB

Teman Bus Segera Hadir di 4 Kota

Dahlia | Rabu, 01/07/2020 17:52 WIB
Teman Bus Segera Hadir di 4 Kota Foto:istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Teman Bus segera hadir di lima kota. Apa sih Teman Bus itu? Teman (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) merupakan nama kayanan program Buy The Service (BTS).

Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, melakukan pembelian layanan untuk angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisme lelang berbasis standar pelayanan minimal (SPM) di lima daerah.

“Ini merupakan langkah yang baik untuk penataan transportasi umum di daerah,” tegas Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Pogram BTS telah hadir di Palembang dan akan hadir di empat kota lainnya yakni Medan, Surakarta, Yogyakarta, dan Denpasar.

Di Kota Palembang telah melayani sejak 2 Juni dan untuk kota-kota lainnya ditargetkan akan segera dioperasionalkan pada Agustus 2020 ini.

Layanan program BTS Palembang ini melayani tiga koridor yaitu Asrama Haji- Terminal Sako, Terminal Plaju- Pasar Induk Jakabaring, Terminal Alang-Alang Lebar – Dempo.

“Di Palembang kini tersedia sebanyak 45 unit dan mulai dioperasikan pada 2 Juni. Sampai tanggal 28 Juni saya dapatkan laporan sudah ada 46.661 orang yang mencoba layanan Teman Bus di Palembang,” ujarnya.

Sejauh ini tanggapan dari masyarakat Palembang sangat baik, sehingga diharapkan terus dilakukan peningkatan kualitas agar semakin banyak yang membiasakan diri naik angkutan umum. Pada 4 Juli disiapkan peluncuran tahap 2 di Surakarta.

Di Surakarta rencananya akan tersedia empat koridor, sementara di Yogyakarta tiga koridor, Denpasar empat koridor, dan Medan lima koridor.

Dalam penggunaan Teman Bus, pelanggan dipermudah dengan jalur akses melalui website, sosial media dan call centre, serta aplikasi mobile.

Melalui website, pelanggan dapat mengetahui info rute, halte, peta, link download aplikasi, FAQ seputar Teman Bus. Selain itu jika pelanggan memiliki aplikasi mobile maka dapat mengecek posisi real-time , dan jadwal Teman Bus. Dalam aplikasi tersebut juga terdapat Digital Checker untuk laporan pengecekan unit bus oleh tim operasional.

“Pemerintah saat ini mensubsidi 100% biaya operasional kendaraan yang diperlukan sehingga masyarakat dapat menikmati Teman Bus dengan gratis. Subsidi ini agar layanan angkutan juga dapat melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan. Selain itu kami harapkan karenatanpa biaya, gratis maka dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” beber dia.

Adapun standar agar layanan angkutan memiliki kualitas dan pelayanan yang prima yakni:

1. Keamanan, contohnya Ketersediaan CCTV, ID Card Driver dan Tombol Hazard;

2. Keselamatan, contohnya SOP Pengoperasian kendaraan, SOP Keadaan Darurat, dll;

3. Kenyamanan, contohnya suhu dalam bus, kebersihan, lampu penerangan;

4. Keterjangkauan, contohnya aksesibilitas, tarif;

5. Kesetaraan, contoh ketersediaan kursi prioritas;

6. Keteraturan, contoh waktu tunggu, kecepatan perjalanan dan waktu berhenti di halte.

Penerapan SPM ini nantinya harus dipenuhi oleh operator saat menjalankan layanan bus. Selain itu keunggulan Teman Bus hadir dengan ditunjang oleh fasilitas teknologi untuk berusaha mewujudkan kondisi pelayanan angkutan massal perkotaan yang jauh lebih prima dibandingkan sebelumnya.

Penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam bus juga sudah mulai diterapkan. Hal ini terlihat dari beragam fasilitas yang terdapat di bus seperti passenger counting, mobile DVR untuk monitoring yang dapat mengirimkan dengan kecepatan sinyal 2G-3G-4G, GPS tracking, kamera pengawas, serta CP4 yakni perangkat untuk monitoring kendaraan pada dashboard panel driver dan absensi driver dengan menggunakan RFID card.

Kehadiran Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menjadi penanggung risiko dalam penyediaan angkutan massal perkotaan yang merupakan public goods. Pemerintah dapat memberikan beragam keunggulan kepada angkutan umum dibandingkan angkutan pribadi dengan kebijakan yang dibuat sehingga akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum.

Dalam penerapan strategi program BTS, pemerintah melakukan push and pull strategy.

“Push strategy ini dilakukan untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum, salah satunya dengan manajemen ruang dan waktu akses kendaraan pribadi dengan pengaturan ruang jalan dan parkir. Sementara pull strategy maksudnya Pemerintah menarik masyarakat untuk menggunakan angkutan umum yaitu dengan memberikan lisensi kepada operator dan prioritas bagi angkutan massal perkotaan agar menghasilkan layanan terbaik,” imbuh Dirjen Budi.

Terkait hal ini, Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menulis bahwa layanan prima dicapai dengan menyediakan layanan angkutan massal perkotaan sebagai moda prioritas dan bersifat door-to-door service.

Prioritas angkutan massal perkotaan diwujudkan dengan memberikan proteksi dan subsidi. Proteksi ditujukan untuk memastikan angkutan massal memiliki keunggulan operasional (misalnya dari segi waktu tempuh, ketepatan waktu, dan kepastian layanan) dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

Sementara itu, subsidi ditujukan untuk memastikan kualitas layanan prima dengan tarif terjangkau. (omy)

Keyword Bus Teman Bus