press enter to search

Kamis, 13/08/2020 09:36 WIB

9,5 Hektare Lahan Terbakar di Aceh, 8 Hektare di Riau

Dahlia | Jum'at, 03/07/2020 23:04 WIB
9,5 Hektare Lahan Terbakar di Aceh, 8 Hektare di Riau Foto: ilustrasi

Banda Aceh (aksi.id) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua wilayah di Provinsi Aceh melalap total sekitar 9,5 hektare .Masing-masing adalah 2,5 hektare di Aceh Selatan dan 7 hektare di Nagan Raya.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menginformasikan kebakaran lahan di Nagan Raya terjadi di dua titik yakni Desa Krueng Itam 5 hektare dan Desa Alue Siron 2 hektare.

Kepala BPBA, Sunawardi mengatakan, BPBD Nagan Raya sudah mengerahkan 11 unit pompa ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Namun, akses yang sulit membuat petugas sempat kewalahan memadamkan api.

Kondisi terakhir, kata Sunawardi, untuk api di wilayah Desa Alue Siron sudah dipadamkan. Api di wilayah Desa Krueng Itam juga sudah dipadamkan, namun masih ada gumpalan asap.

Salah satu kesulitan petugas dalam menjinakkan api, kata dia, adalah terbatasnya sumber air, kondisi lahan gambut, serta arah angin.

"Lahan yang terbakar adalah lahan gambut, dan arah angin yang selalu berubah-ubah... Kebakaran itu berawal dari informasi masyarkat. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).

Sementara itu, di Aceh Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Trumon seluas 1 hektare dan Bakongan 1,5 hektare. Untuk kondisi terakhir, api sudah dapat dipadamkan Satgas Dalkarhutla, sehingga tidak merambat ke lahan lainnya.

Di Aceh, BMKG juga mencatat terdapat tujuh titik panas yang tersebar 5 titik di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan dan 2 di Kabupaten Gayo Lues.

Kebakaran Lahan Gambut di Bengkalis

Di tempat terpisah, karhutla juga terjadi di tanah gambut Bengkalis, Riau. Sekitar delapan hektare lahan gambut di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau habis dilalap si jago merah.

"Jenis lahan yang terbakar ini lahan gambut. Dari semula lebih kurang dua hektare pada hari pertama. Kamis petang kemarin menjadi delapan hektare. Petugas terus melakukan pemadaman dan sekitar dua hektare sudah berhasil dijinakkan," kata Kepala BPBD Kabupaten Bengkalis Tajul Mudarris, Jumat seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan karhutla di Tanjung Kapal itu sudah terjadi dua hari. Kebakaran itu terjadi di Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Perbatasan dua perusahaan, dan sudah melalap delapan hektare.

Menurut Tajul, kebakaran meluas disebabkan cuaca panas dan angin kencang. Puluhan petugas baik dari BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam dari dua perusahaan, serta Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman.

"Pemadaman dibantu dari udara atau water booming menggunakan tiga unit helikopter," kata Tajul. (lia/sumber:cnnindonesia)