press enter to search

Senin, 10/08/2020 18:44 WIB

Dokter Spesialis Kejiwaan di Semarang Meninggal karena Corona

Dahlia | Jum'at, 10/07/2020 19:30 WIB
Dokter Spesialis Kejiwaan di Semarang Meninggal karena Corona Foto: ilustrasi

Semarang (aksi.id) - Seorang dokter spesialis kejiwaan bernama Ahmadi di Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia karena Covid-19.

Semasa hidupnya, Ahmadi bertugas sebagai dokter jiwa di RSI Sultan Agung Semarang.

Selain itu, Ahmadi juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Semarang.

Setelah dilakukan penelusuran, rupanya anak dan istri Ahmadi juga dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Gugur, dimakamkan dengan protokol Covid-19

Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro Susi Herawati mengatakan, Ahmadi meninggal setelah sempat menjalani perawatan.

Ahmadi, kata Susi, dirawat di ruang ICU RSUD KRMT Wongsonegoro, Semarang, Jawa Tengah.

"Beliau meninggalnya hari ini, sekitaran jam 07.15 WIB," tutur Susi, Jumat (10/7/2020).

Pemakaman jenazah Ahmadi dilakukan dengan protokol Covid-19.

Istri dan anak juga positif

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Semarang Elang Sumambar mengemukakan, penelusuran dilakukan terhadap keluarga dokter Ahmadi.

Hasilnya, ada beberapa anggota keluarganya yang dinyatakan positif Covid-19.

"Keluarganya juga positif. Istrinya saat ini di rumah sakit, anaknya isolasi mandiri di rumah," kata Elang.

Pemeriksaan berkala

Elang mengatakan akan melakukan inisiasi edukasi pemakaian dan pelepasan APD dengan melibatkan ahli menyusul kematian beberapa tenaga medis di Semarang.

Hal itu dilakukan untuk menekan penularan Covid-10 pada tenaga kesehatan.

"Akan melakukan inisiasi untuk edukasi pemakaian dan pelepasan APD. Kami juga akan melibatkan ahli. Dari profesi kami akan tingkatkan pengetahuan," ujar dia.

Elang juga meminta, pemerintah semakin memperhatikan petugas medis, menyusul gugurnya beberapa pejuang garda terdepan tersebut.

"Saya harap ada pemeriksaan berkala tenaga medis. OTG itu kalau di-rapid belum tentu terlihat, kalau swab baru ketahuan. Pemerintah bisa membantu untuk sampling," kata Elang. (lia/sumber:kompas)