press enter to search

Kamis, 13/08/2020 09:26 WIB

1 Anggota Polsek Tambun Meninggal karena Covid-19, Pelayanan SKCK Dipindah ke Polres dan SPKT ke Pospol

Dahlia | Minggu, 12/07/2020 15:45 WIB
1 Anggota Polsek Tambun Meninggal karena Covid-19, Pelayanan SKCK Dipindah ke Polres dan SPKT ke Pospol Foto:istimewa

BEKASI (aksi.id) – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus membenarkan satu anggota Polsek Tambun Polres Metro Bekasi meninggal positif corona atau Covid-19.

Area Polsek Tambun juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Iya benar itu, memang pada tanggal 2 Juli kemarin yang bersangkutan positif dan dirawat di RSUD Bekasi sampai dengan meninggal kemarin pada tanggal 9 Juli,” kata Yusri ketika dihubungi Wartakota, pada Sabtu (11/7/2020).

Akan tetapi, Yusri menegaskan Polsek Tambun tidak tutup. Pelayanan polsek dalam menjalankan tugas kemasyarakatan tetap berjalan, memberikan rasa aman, serta memberantas kejahatan tetap berjalan.

Hanya saja pelayanan masyarakat dipindahkan sementara seperti SKCK ke Polres Metro Bekasi.

Kemudian bagi masyarakat yang ingin membuat laporan di kepolisian, pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dipindahkan ke sejumlah Pospol Polsek Tambun.

Kedua pelayanan itu dipindahkan sementara ini sambil menunggu streril.

“Bukan ditutup ya, kalau ditutup berarti kosong engga ada orang sama sekali. Pelayanan lain tetap, diperiksa ditangkap ada kok tetap,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar kabar di broadcast pesan elektronik Whatsapp atas kabar penutupan pelayanan Polsek Tambun, Kabupaten Bekasi.

Dalam pesan broadcast itu, Polsek  Tambun ditutup total tidak ada kegiatan pelaporan dikarenakan adanya anggota Polsek Tambun yang positif Covid-19.

Dalam foto beredar, ada tulisan pada karton cokelatyang tertempel di pintu gerbang Polsek Tambun bertuliskan ‘Pengumuman, untuk pelayanan SPTK dan SKCK Polsek Tambun ditutup sementara sampai dengan tanggal 21 Juli 2020. Silahkan buat yang membutuhkan ke Polres Metro Bekasi.

Di  Mapolsek Tambun terlihat pintu gerbang memang ditutup, akan tetapi tidak ada karton berisikan tulisan itu yang tertempel di panggar.

Aktivitas didalamnya juga terlihat sepi, hanya ada seorang anggota kepolisian yang mengenakan kaos bertulisankan polisi.

Ketika mencoba mendatangi itu, anggota kepolisian itu langsung menjelaskan untuk sementara Polsek ditutup dan dialihkan ke Polres.

Namun, saat ditanya penyebabnya tutup sementara. Anggota kepolisian itu hanya menjawab, jajaran Polsek Tambun tengah sibuk lagi ada renovasi dan dalam proses pemberkasan.

“Iya tutup, lagi renovasi lagi sibuk lagi proses pemberkasan juga,” ucap anggota kepolisian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang anggota Polsek Tambun Ipda Y meninggal dan terkonfirmasi positif corona.

Usai Ipda Y meninggal dan dinyatakan positif. Dari hasil tracking ada enam orang anggota polisi lainnya yang terkonfirmasi positif.

Sebelumnya Ipda Y merasa demam pada Minggu 5 Juli 2020 sekitar pukul 17.00 WIB. Ipda Y kemudian berobat ke RSUD Kota Bekasi, dan dilakukan test swab oleh RSUD, pada Senin 06 Juli 2020 pukul 02.00 WIB dini hari.

Kemudian keluar hasil test swab pada Senin 06 Juli 2020 sekitar pukul 08.00 WIB dengan hasil dinyatakan positif.

Selanjut dilakukan isolasi dan perawatan oleh pihat RSUD. Sampai pada Kamis 9 Juli 2020 pukul 12.30 WIB dinyatakan meninggal dunia.

Ipda Y tidak mempunyai riwayat sakit sebelumnya. Namum dikeranakan istri almarhum sakit dan harus cuci darah seminggu 2 kali. Almarhum pada hari Jumat 3 mengantar istrnya ke RSUD kota Bekasi, untuk cuci darah.

Almarhum hanya mengeluh demam setelah selesai mengantar istrinya. Ipda Y dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Bekasi, Alamsyah tak menjawab ketika ditanyakan perihal tersebut.

“Silahkan tanya langsung ke Polres ya,” singkat Alamsyah ketika dihubungi awak media.

Sementara Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan meminta perihal itu ditanyakan langsung ke Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

“Satu pintu aja ya, ke Pak Kabid Humas,” singkatnya. (fhm/sumber:wartakota)