press enter to search

Kamis, 13/08/2020 09:36 WIB

Wujudkan Transportasi Perkotaan Cerdas, Ditjen Hubdat Bahas di Forum ITS

Dahlia | Rabu, 22/07/2020 21:34 WIB
Wujudkan Transportasi Perkotaan Cerdas, Ditjen Hubdat Bahas di Forum ITS Foto:istimewa

TANGERANG (aksi.id) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Direktorat Angkutan Jalan menggelar Forum Intelligent Transportation System (ITS) Perkotaan guna mengenali serta meninjau implementasi ITS sebagai dukungan dalam infrastruktur kota untuk mencapai transportasi perkotaan yang cerdas dan bersinergi.

Forum tersebut dilaksanakan di Hotel JHL, Gading Serpong, Tangerang, 22-24 Juli 2020 dihadiri oleh sejumlah pihak yakni Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub), Para Direktur di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi, Kota/Kabupaten, Para Kepala Bagian dan Kasubdit di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Para Kepala BPTD atau yang mewakili, serta dari kalangan Akademisi dan Para Mitra.

“Dengan hadirnya transportasi perkotaan yang saling bersinergi dengan perkembangan teknologi informasi maka akan menghasilkan sistem transportasi cerdas,” tutur Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan B. Wahyu Hapsoro mewakili Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani.
Kondisi yang ada saat ini seperti kemacetan, pada akhirnya mengakibatkan polusi udara sehingga harus mulai berpikir tentang pengembangan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas dimana seluruh proses teknologi informasi, elektronika, serta telekomunikasi telah terintegrasi dalam penerapan manajemen transportasi sehingga pengelolaan layanan transportasi jalan menjadi lebih efektif dan efisien.
Pengembangan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas ini memiliki fungsi sebagai alat pengawasan, deteksi, komunikasi, pengumpulan dan pemrosesan data perencanaan serta pengaturan sistem transportasi juga sebagai informasi pengguna jalan secara real time.

IMG-20200722-WA0036

“Hal ini sangat penting di mana pemerintah harus lebih konsen dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dengan adanya sistem manajemen transportasi cerdas ini diharapkan masyarakat menjadi lebih mudah, nyaman, aman dalam beraktivitas,” ungkapnya.

Sejalan dengan rencana pengembangan sistem manajeman transportasi cerdas, ke depannya juga angkutan massal perkotaan ini akan menjadi lebih berkembang didukung teknologi, serta adanya pengelolaan operasional kendaraan yang lebih profesional yaitu program Buy The Service (BTS).

Di dalam program BTS ini juga sangat didukung oleh teknologi yang sangat mumpuni seperti penggunaan GPS, digitalisasi secara real time sehingga masyarakat mengetahui lokasi bus, cashless society serta aplikasi Teman Bus yang dapat diunduh melalui smartphone.

“Program ini menjadi salah satu pengembangan atas angkutan massal perkotaan dengan menggunakan skema BTS di lima kota besar yaitu Palembang, Solo, Medan, Yogyakarta, dan Denpasar. Program ini pun merupakan bagian dari langkah intervensi pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia sehingga muncul terobosan yang inovatif dan responsif terhadap program bantuan bus selama ini yang dinilai kurang berhasil,” ujar dia.

Dalam acara tersebut, Kepala Seksi Angkutan Massal, Hadi Setyabudi Pramono menyatakan, untuk ke depannya, diharapkan program BTS ini dapat memacu daerah-daerah agar mampu mengelola dan mengembangkan sarana maupun prasarana yang sudah dimiliki serta melakukan pembinaan yang baik dan tepat sasaran khususnya dalam sektor transportasi di masing-masing daerah. (omy)