press enter to search

Jum'at, 18/09/2020 18:15 WIB

Meski Pandemi Coviid-19, Muslim AS Tak Kesulitan Dapatkan Hewan Kurban

Redaksi | Kamis, 30/07/2020 20:28 WIB
Meski Pandemi Coviid-19, Muslim AS Tak Kesulitan Dapatkan Hewan Kurban Warga muslim AS potong hewan kurban.

WASHINGTON DC (Aksi.id) — Umat Islam akan merayakan Idul Adha atau hari raya kurban pada 31 Juli 2020. Seperti juga Muslim lainnya, Eiad Sayyad berencana menyembelih hewan kurban.

“Kami ingin berbagi daging kurban dengan orang lain yang membutuhkannya. Berkurban, tidak wajib hukumnya. Akan tetapi jika mampu, setiap keluarga, setiap Muslim harus berkurban.”

Sayyad sempat khawatir akan kesulitan hewan kurban, mengingat Amerika saat ini dirundung pandemi COVID-19. Namun, profesional dalam bidang Informasi dan Teknologi, yang tinggal di negara bagian Maryland, itu senang karena banyak peternak menawarkan hewan kurban. Ia memilih domba, yang dijual dengan harga $300 hingga $400 per ekor.

Abdus-Sabur menyediakan hewan kurban di peternakannya, Homestead, di Virginia. “Domba dan biri-biri kami tawarkan untuk hewan kurban. Ke depannya, kami berencana menyediakan kambing dan kemungkinan sapi."

Bersama istrinya, Qadir Abdus-Sabur telah 40 tahun berladang dan berternak. Dalam tiga tahun ini, ia mengembangbiakkan biri-biri dan menyediakan tempat untuk menyembelih dan memotong hewan kurban.

Penyembelihan kurban, kata Abdus-Sabur, dimulai dengan pemesanan melalui telepon. Kemudian, pembeli datang ke peternakan untuk memilih hewan kurban, membayar uang muka atau membayar penuh. Pada hari Iduladha, pembeli datang lagi untuk menyembelih kurban. Setelah dibersihkan, daging kurban akan dipotong-potong dan dibungkus untuk dibawa pulang. Pembeli tinggal mendistribusikan kepada yang membutuhkan.

Eiad Sayyad menyembelih sendiri hewan kurbannya di ladang milik keluarga. Sepertiga daging kurban itu ia nikmati bersama keluarga. Sisanya disedekahkan kepada yang tidak mampu.

Ayah dari lima anak itu menjelaskan, dalam memilih kurban, ia memperhatikan umur dan kondisi hewan itu. “Jadi, empat bulan untuk seekor domba, setidaknya berusia enam bulan untuk seekor biri-biri. Usia kambing harus minimal satu tahun. Usia sapi harus sedikitnya dua tahun, dan usia unta harus setidaknya lima tahun.”

Pakan yang alami menjadi perhatian Abdus-Sabur dalam menyiapkan hewan kurban. Tidak boleh ada campuran zat kimia, steroid, dan bahan aditif.

Promosi bisnis hewan kurban hanya mengandalkan informasi dari pembeli dan iklan pada brosur, surat kabar lokal, website dan sosial media. Seiring bertambahnya jumlah Muslim, penjualan hewan kurban semakin meningkat.

Abdus-Sabur mengungkapkan, “Setiap tahun kami mengamati peningkatan besar dalam jumlah hewan yang dipesan. Penjualan tahun ini dua kali lipat dari tahun lalu dan tahun lalu dua kali lipat dari tahun sebelumnya.”

Organisasi Muslim Indonesia di Washington, DC, IMAAM, tahun ini mengajak jemaah menyembelih kurban di Amerika. Presiden IMAAM Arif Mustofa menyampaikan alasannya, “Karena untuk edukasi kita semua dan untuk membantu rekan-rekan kita, saudara-saudara kita, yang sedang membutuhkan saat ini.”

Dengan tetap berhati-hati semasa pandemi, Muslim bersiap merayakan Iduladha. Sayyad cuti kerja beberapa hari supaya bisa salat, menyembelih hewan kurban dan menikmati daging kurban bersama keluarga dan kerabat. (ds/sumber VOA Indonesia)