press enter to search

Jum'at, 18/09/2020 17:13 WIB

BPOM Prediksi Vaksin Corona Edar di Indonesia Februari 2021

Redaksi | Rabu, 05/08/2020 16:37 WIB
BPOM Prediksi Vaksin Corona Edar di Indonesia Februari 2021     Ilustrasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Direktur Standarisasi Obat Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Togi Junice Hutadjulu mengatakan pihaknya memprediksi vaksin virus corona (Covid-19) akan bisa diedarkan di Indonesia sekitar Februari 2021.

Diketahui, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd telah diimpor PT Bio Farma dari China pada Juli lalu. Saat ini, vaksin tersebut akan diuji coba klinis tahap tiga pada 1.600 relawan di Jawa Barat.

"Diperkirakan Bio Farma akan mengajukan izin edar atau conditional approval ke BPOM, itu Januari. Jadi, sekitar Februari 2021 mudah-mudahan persetujuan itu dikeluarkan," kata Togi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (5/8).

Togi menerangkan untuk tahap uji klinis sendiri telah disetujui BPOM, dan akan dilakukan pada pertengahan Agustus ini. Setelah melewati tahap uji klinis, BPOM akan melakukan evaluasi dan mengeluarkan izin edar andai vaksin tersebut terbukti berkhasiat mengatasi Covid-19.

"Uji klinis ini direncanakan pertengahan Agustus, tentunya kami berharap hasilnya baik dan akan digunakan daam rangka penanggulanagan Covid-19, saat hasilnya sudah ada BPOM akan melakukan evaluasi, karena BPOM yang akan mengeluarkan izin edar," ujar Togi.

Togi menjelaskan, uji klinis tahap tiga bertujuan untuk membuktikan keamanan dan khasiat vaksin.

"Uji klinis ada fase 1,2,3. Fase 1 untuk keamanan, fase 2 efektivitas, dan fase 3 untuk konfirmasi keamanan dan khasiat," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan uji klinis vaksin akan dilakukan di enam tempat yakni Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Balai Kesehatan Unpad di Jalan Dipati Ukur, serta empat puskesmas di Kota Bandung. Uji klinis diharapkan selesai dalam waktu enam bulan.

"Bio Farma kemarin melaporkan kepada Pak Presiden, mereka siap memproduksi vaksin. Tapi ada uji klinis terakhir sebelum diproduksi massal, yaitu akan mengetes kepada sekitar 1.600-an relawan," kata Ridwan di Bandung, Kamis (23/7).

Saat dikonfirmasi kemarin, Juru bicara tim uji klinis vaksin Covid-19 FK Unpad, Rodman Tarigan menuturkan ratusan relawan sudah mendaftar jelang uji klinis dilakukan. Proses uji klinis itu, kata dia akan dilaksanakan 11 Agustus, dan penyuntikan vaksin dimulai 14 Agustus.

"Uji klinis fase III akan dilaksanakan pada 11 Agustus," ujar Rodman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/8).

Rodman menuturkan per kemarin, sudah lebih dari 600 orang yang mengajukan diri sebagai relawan dalam uji klinis tersebut. Namun, dia mengatakan pihaknya hanya akan memilih 540 orang sebagai relawan dalam tahap pertama.

Sebelum menetapkan relawan, Rodman mengaku pihaknya akan melakukan verifikasi, termasuk pemeriksaan kesehatan dan tes risiko telah terinfeksi corona. Jika memenuhi kriteria, relawan akan diundang ke FK Unpad untuk mendapatkan penjelasan mengenai uji klinis.

"Bila memenuhi persyaratan atau tiga hari kemudian tes PCR-nya negatif, tiga hari kemudian (14 Agustus) mereka ikut pemberian vaksinasi," ujarnya.

Rodman menjelaskan uji klinis vaksin buatan Sinovac akan dilakukan dalam beberapa tahap, dan ditargetkan bisa memenuhi pelibatan 1.620 relawan pada September mendatang.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir kemarin memastikan target produksi 250 juta vaksin Covid-19 oleh Bio Farma pada akhir tahun ini. Erick datang langsung ke laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma di Bandung untuk memastikan kesiapan uji klinis fase 3 calon vaksin covid-19 hasil kolaborasi bersama Sinovac.

Jika proses uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 berjalan sesuai rencana, Erick menyebut masyarakat dapat menerima vaksin Covid-19 pada tahun depan. (ds/sumber CNNIndonesia.com)