press enter to search

Selasa, 29/09/2020 14:32 WIB

Sah, Ditjen Hubdat Mulai Bangun Kapal Roro 1.500 GT Lintas Dompak-Matak-Penagi

Dahlia | Sabtu, 08/08/2020 20:09 WIB
Sah, Ditjen Hubdat Mulai Bangun Kapal Roro 1.500 GT Lintas Dompak-Matak-Penagi Foto:istimewa

IMG-20200808-WA0032

BATAM (aksi.id) – Sah, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaksanakan Peletakan Lunas (Keel Laying) Kapal Penyeberangan Ro-Ro 1.500 GT lintas Dompak – Matak – Penagi (Natuna).

Pembangunan Kapal Penyeberangan Penumpang ini dilakukan bersama PT Karimun Anugrah Sejati dan PT Arun Prakarsa Inforindo pada Sabtu (8/8/2020).

Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP), Marwanto Heru Santoso menyampaikan harapannya atas pembangunan Kapal Ro-Ro 1500 GT ini.

“Kita semua mempunyai harapan besar untuk Kapal Penyeberangan ini, sehingga PT Karimun Anugrah Sejati dan PT.Arun Prakarsa Inforindo sebagai pembangun diharapkan dapat memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang ada, sehingga dapat menyelesaikan pembangunan sesuai spesifikasi kapal dan waktu yang telah ditetapkan di dalam kontrak, agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal,” ujar Heru di Batam.

Pembangunan kapal ini menurutnya, salah satu kegiatan di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk menunjang konektivitas di tengah kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Termasuk salah satunya di Kepulauan Riau ini yang banyak dihubungkan oleh laut. Maka diharapkan ke depannya diharapkan kita tidak akan mendengar kejadian kecelakaan kapal,” ujarnya.

Pada kesempatan itu diucapkan selamat kepada PT Karimun Anugrah Sejati yang telah dipercaya pemerintah untuk membangun sebuah kapal.

Kepala Subdirektorat Sarana Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Sri Hardianto dalam laporannya menyampaikan, dengan dibangunnya Kapal Penyeberangan ini diharapkan dapat memperlancar transportasi dan konektivitas serta aksesibilitas bagi distribusi orang, kendaraan, dan barang di Provinsi Kepulauan Riau.

“Dengan begitu pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tuturnya.

Kapal Penyeberangan ini mempunyai kapasitas penumpang sebanyak 386 orang Rinciannya untuk penumpang kelas tidur 12 orang, penumpang deck ekonomi 90 orang, penumpang bed ekonomi kursi baring 180 orang, penumpang deck terbuka kursi gang 104 orang.

“Formasi kendaraan yang tersedia di dalam kapal 1500 GT ini adalah 36 kendaraan. Untuk truk besar 18 ton tersedia 14 unit, 12 unit untuk truk sedan 10 ton, dan 10 unit untuk mobil sedan. Sedangkan jumlah kapasitas untuk Anak Buah Kapal (ABK) sejumlah 24 orang,” ujar Sri.

Dia menjabarkan bahwa pembangunan kapal ini memakan waktu selama 22 bulan dan direncakan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2021.

Kapal Penyeberangan ini mempunyai ukuran utama panjang keseluruhan LOA (_length over all_) 71,92 meter, panjang antara garis tegak LBP (_length between perpendicular_) 65,40 meter, lebar modul 14 meter, tinggi modul 4,60 meter, sarat air 3,25 meter, kecepatan 15 knot, dan tenaga mesin bantu sebanyak dua unit. (omy)