press enter to search

Minggu, 27/09/2020 20:51 WIB

Warga Situbondo Jatim Kembali Diserang Usai Bentrokan dengan Pesilat, Puluhan Rumah Rusak

Redaksi | Senin, 10/08/2020 14:59 WIB
Warga Situbondo Jatim Kembali Diserang Usai Bentrokan dengan Pesilat, Puluhan Rumah Rusak Rumah rusak di Situbondo, Jatim.

SITUBONDO (Aksi.id) - Kasus bentrokan antara warga desa dengan puluhan murid perguruan silat yang terjadi di Situbondo, Jawa Timur pada hari Minggu (9/8) kemarin, ternyata masih berlanjut.

Senin (10/8) dinihari, puluhan pemuda yang diduga berasal dari kelompok sama, kembali mendatangi Desa Kayuputih, Kecamatan Panji. Mereka kembali ke titik awal bentrokan, dan merusak puluhan rumah warga.

Sejumlah rumah milik warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, yang jaraknya hanya berbatas jalan raya, juga ikut menjadi sasaran aksi anarkis. Beberapa mobil milik warga desa juga menjadi sasaran. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Trebungan, Muhammad Hasan.

"Saat itu saya baru saja pulang patroli di lokasi bentrokan, bersama kepala desa Kayuputih dengan dibantu TNI-Polri. Kita baru pulang sekitar pukul 01.00 WIB. Satu jam setelah aparat keamanan pulang, saya dapat laporan warga tentang adanya penyerangan tersebut," ujar Hasan.

Atas aksi brutal tersebut, Hasan mengecam keras. Dia meminta petugas bertindak tegas terhadap para terduga pelaku. Tindakan anarksi mereka dinilai sudah cukup lama meresahkan dan menebar teror ke masyarakat.

"Ini berpotensi menjadi konflik horizontal. Sudah murni perbuatan kriminal. Kami mohon agar aparat segera menindak tegas," pungkas Hasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi bentrok antara warga Desa Kayuputih dengan sekelompok pemuda yang melakukan konvoi dan melewati jalan raya di desa tersebut. Bentrokan dimulai saat warga menegur para pemuda peserta konvoi motor karena mengambil bendera merah putih yang dipasang di tepi jalan desa. Bendera tersebut dipasang di dekat kios bensin milik, Zainal Abidin, warga desa setempat.

Tidak terima ditegur, para pemuda tersebut melakukan pengeroyokan terhadap warga desa. Tak hanya mengeroyok warga, para pemuda itu juga melemparkan batu kepada warga yang hendak melerai. Akibatnya, lima korban terluka. Zainal Abidin yang merupakan pemilik kios, menderita luka cukup parah di bagian wajah dan kepala bagian belakang. (ds/sumber Merdeka.com)