press enter to search

Minggu, 27/09/2020 20:43 WIB

Tabung Udara Meledak, Karyawan Pencucian Mobil di Samarinda Tewas

Redaksi | Senin, 10/08/2020 15:59 WIB
Tabung Udara Meledak, Karyawan Pencucian Mobil di Samarinda Tewas TKP ledakan di Samarinda.

SAMARINDA (Aksi.id) - Candra (30), karyawan pencucian mobil di Jalan DI Panjaitan, Samarinda, Kalimantan Timur, tewas mengenaskan.

Tangan kanannya putus usai ledakan dari tabung yang dia pegang saat melakukan pengisian udara. Dua saksi diminta keterangan terkait kejadian itu.

Keterangan diperoleh, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 11:30 WITA. Candra dan 3 temannya, sedang bekerja mencuci mobil pelanggan.

"Saya pas lagi di samping (Candra), lagi nyemprot. Dia lagi buka keran angin. Sepertinya tabung kepenuhan kemudian meledak," kata Hendi, rekan kerja sekaligus saksi mata kejadian ditemui di Mapolsek Sungai Pinang, Jalan DI Panjaitan, Senin (10/8).

Hendi menerangkan, seketika tangan temannya putus dan tabung melompat ke atas mengenai atap. "Ini kejadian kedua kalinya. Kejadian pertama juga sama, karena tabung kepenuhan angin," ujar Hendi.

Korban dievakuasi ke RSUD AW Syachranie. Namun demikian, nyawanya tidak terselamatkan dan meninggal dunia di perjalanan sebelum tiba di rumah sakit.

"Korban meninggal dunia. Sebelum dievakuasi, korbab masih hidup," kata Kanit INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Yitno Hadi, ditemui merdeka.com di lokasi kejadian.

Pascaledakan, korban kehilangan lengan kanannya. "Tangan kanan korban putus, jarinya hampir putus. Tangan kanannya ditemukan di seberang jalan, terpental sekitar 20 meter," ungkap Yitno.

Dugaan sementara saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tabung udara itu meledak disebabkan kelebihan kapasitas isi. "Tabungnya kita amankan di Polsek Sungai Pinang, sebagai barang bukti. Teman-teman korban ada di Polsek dan korban ada di RSUD AWS," terang Yitno.

Dia mengatakan kasus itu masih dalam penyelidikan Polresta Samarinda bersama Polsek Sungai Pinang. Di lokasi kejadian kini terpasang garis batas polisi. "Sementara 2 saksi kita mintai keterangan terkait peristiwa ini," tandas Yitno. (ds/sumber Merdeka.com)

Artikel Terkait :

-