press enter to search

Jum'at, 18/09/2020 17:07 WIB

19 Relawan Tes Vaksinasi Covid-19 Perdana di Depan Presiden Jokowi

Redaksi | Selasa, 11/08/2020 15:11 WIB
19 Relawan Tes Vaksinasi Covid-19 Perdana di Depan Presiden Jokowi RSP Unpad menggelar uji coba perdana vaksinasi Covid-19 kepada 19 relawan di depan Presiden Jokowi.

BANDUNG (Aksi.id) - Sebanyak 19 relawan menjalani ujicoba perdana vaksin Covid-19 tahap III di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (11/8), dengan disaksikan Presiden Joko Widodo.

Pihak Fakultas Kedokteran Unpad telah memeriksa 20 orang relawan, termasuk tes swab, pada Senin (10/8).

"Hari ini 19 orang [menjalani penyuntikan], sesuai dengan hasil pada tes swab kemarin. Yang datang [sebagai relawan] 20, tapi yang datang hari ini 19. Mungkin yang satu lagi kurang sehat," ucap Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil.

Menurut dia, uji coba vaksinasi itu juga dilakukan di lokasi lain, yaitu Balai Kesehatan Unpad dan empat Puskesmas yang telah ditunjuk.

"Bukan di sini saja kita mulainya. Sekarang lima tempat lainnya melakukan penyuntikan perdana," ucap Kusnandi.

Setelah penyuntikan, lanjut Kusnandi, para relawan akan menjalani pemantauan. Selama 14 hari setelah penyuntikan pertama, mereka akan menjalani imunisasi kedua.

"Begitu selesai hari ini disuntik kemudian 14 hari lagi. Mereka dikasih nomor telepon kalau ada apa-apa. Nanti mereka menghubungi," kata Kusnandi.

Setelah penyuntikan kedua, para subjek penelitian tersebut akan dipantau selama enam bulan kemudian diminta datang lagi.

"Sebelumnya diambil darah juga. Jadi total dua kali suntik. Kemudian enam bulan lagi diambil darah lagi," kata Kusnandi.

Sampai hari ini, katanya, tercatat sudah 1.200 relawan yang telah mendaftar. Adapun untuk pelaksanaan uji klinis vaksin di Bandung dibutuhkan sekitar 1.620 relawan dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun.

"Hari ini subjek sudah 1.200. Pendaftaran kan masih ada sebulan lagi. Dengan target 1620 kayaknya enggak masalah untuk mengejar jumlah subjeknya," tutur Kusnandi.

Diketahui, vaksin Covid-19 yang digunakan dalam uji klinik fase III ini adalah vaksin produksi Sinovac Tiongkok yang diimpor ke Indonesia melalui mekanisme persetujuan pemasukan obat jalur khusus (Special Access Scheme).

"Vaksin Covid-19 Sinovac ini telah melalui serangkaian tahap pre klinik dan uji klinik fase I dan II di Tiongkok. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji klinik tersebut, Badan POM telah mengevaluasi dan menunjukkan hasil yang mendukung untuk dilakukan tahapan uji klinik berikutnya yaitu uji klinik fase III," ucap Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

Selain Indonesia, uji klinik fase III ini juga akan dan sedang dilaksanakan di Brazil, Chile, Bangladesh dan Turki. (ds/sumber CNNIndonesia.com)