press enter to search

Jum'at, 18/09/2020 18:44 WIB

Lockdown di Ibu Kota Selandia Baru Diperpanjang

Ahmad Bashori | Sabtu, 15/08/2020 06:59 WIB
Lockdown di Ibu Kota Selandia Baru Diperpanjang

AUCKLAND (Aksi.id) - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan perpanjangan penguncian wilayah (lockdown) kota Auckland selama 12 hari ke depan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kabinet telah setuju untuk memperpanjang pengaturan kami saat ini (lockdown) untuk tambahan 12 hari, menjadikan total dua minggu penuh," kata Ardern dalam konferensi pers, Jumat (14/8) seperti dilansir AFP.

"Itu berarti Auckland akan tetap di level 3 dan seluruh Selandia Baru akan tetap di level 2 hingga pukul 23.59 pada Rabu (26/8)," kata Ardern.

Sebelumnya pemerintah memberlakukan lockdown Auckland selama tiga hari sejak Rabu (12/8). Namun kemunculan kasus baru dalam tiga hari terakhir membuat pemerintah memutuskan untuk memperpanjang lockdown.

Pada Selasa (11/8) dilaporkan empat kasus baru menimpa satu keluarga di Auckland. Pemerintah dengan cepat meminta seluruh warga untuk tetap tinggal di rumah dan mulai menerapkan lockdown sehari setelahnya.

Selain empat kasus tersebut, pemerintah juga menemukan 13 kasus lain dengan satu diantaranya terkait dengan komunitas. Sekitar dua diantara kasus tersebut berada di kota Tokoroa, selatan Auckland.

Pihak berwenang masih berupaya mencari tahu bagaimana penularan virus bisa kembali di Selandia Baru setelah selama 102 hari menyatakan terbebas dari Covid-10.

Ardern mengatakan hasil pengujian genetik menemukan kasus-kasus baru ini tidak ada kaitannya dengan kasus kedatangan warga dari luar negeri yang tengah menjalani karantina, atau dari gelombang pertama.

Tetapi ia mengaku optimis bisa menangani wabah ini dengan cepat mendeteksi.

"Ada tanda-tanda kami menemukan wabah ini relatif lebih awal. Pengujian ekstensif dan pelacakan kontak telah menentukan kasus baru muncul sekitar 31 Juli," katanya.

Penambahan kasus baru ini menjadikan Selandia Baru memiliki 1.602 kasus Covid-19 dengan 49 kasus aktif.