press enter to search

Minggu, 27/09/2020 21:12 WIB

Begini Perayaan Kekalahan Jepang dan Berakhirnya Perang Dunia II 75 Tahun Lalu

Redaksi | Sabtu, 15/08/2020 19:30 WIB
Begini Perayaan Kekalahan Jepang dan Berakhirnya Perang Dunia II 75 Tahun Lalu

Tanggal 15 Agustus menjadi peringatan 75 tahun Jepang menyerah kepada tentara Sekutu pada 1945, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II.

A crowd celebrates and holds a woman in the air

Kerumunan orang merayakan kemenangan Sekutu di New York, Amerika Serikat.

Setelah menyerah pada 14 Agustus 1945, dua hari libur nasional diberlakukan di sejumlah negara Sekutu, seperti Inggris, Amerika Serikat dan Australia.

Jutaan orang dari negara-negara Sekutu ikut dalam parade dan pesta perayaan di jalan.

Anak-anak di Oak Ridge, di negara bagian Tennessee, Amerika Serikat, memegang surat kabar yang mengumumkan berakhirnya Perang Dunia II.

Jerman menyerah pada 7 Mei 1945, diikuti oleh berakhirnya perang di Eropa pada 8 Mei, namun Perang Dunia II masih berkecamuk di kawasan Asia-Pasifik.

Perdana Menteri Inggris Winston Churchill kala itu mengatakan: "Kita mungkin boleh membiarkan diri kita sendiri untuk bersukacita dalam waktu yang singkat, tapi marilah kita tidak melupakan sejenak kerja keras dan usaha yang terbentang di depan."

A crowd celebrates in Piccadilly Circus in London

Orang-orang merayakan berakhirnya Perang Dunia II di Piccadilly Circus, London

Sekitar 71.000 tentara Inggris dan negara persemakmuran tewas dalam perang melawan Jepang, termasuk lebih dari 12.000 tahanan perang yang meninggal dunia.

Jepang memperlakukan para tahanannya dengan sangat buruk, termasuk tentara Amerika dan Inggris yang menyerah.

A scaled-down version of the Statue of Liberty is surrounded by cheering crowds

Versi yang lebih kecil dari patung Liberty tampak menjadi bagian dari perayaan kemenangan Sekutu di Great White Way, kota New York.

Menyusul berakhirnya perang di Eropa, Sekutu mendesak Jepang untuk menyerah pada 28 Juli 1945, namun Jepang tak kunjung menyerah.

Hingga akhirnya Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 dan 9 Agustus, negara itu akhirnya menyerah dan perang berakhir.

Soldiers in a crowd of cheering people

Para tentara bergabung dalam perayaan di Newark, New Jersey, AS.

Korban meninggal akibat bom atom diperkirakan sekitar 140.000 orang, dari total 350.000 populasi di Hiroshima. Sementara di Nagasaki, korban jiwa diperkirakan sedikitnya 74.000.

A crowd cheering with a man waving an American flag

Orang-orang memenuhi jalanan di New York.

Setelah desas-desus selama beberapa hari, Presiden AS Harry S Truman menyampaikan berita bahwa Jepang menyerah dalam konferensi pers pada 14 Agustus.

A couple kiss as they celebrate VJ Day

Seorang tentara mencium kekasihnya di tengah perayaan kemenangan Sekutu di Kansas, Missouri, AS.

Berbicara di depan kerumunan orang yang berkumpul di luar Gedung Putih, Presiden Truman berkata: "Ini adalah hari yang kita tunggu setelah peristiwa Pearl Harbour. Ini adalah hari ketika fasisme pada akhirnya mati, seperti yang kita tahu itu selalu akan terjadi."

A soldier plays an piano as soldiers sing along

Tentara merayakan berakirnya Perang Dunia di Fort Snelling, Minnesota, AS.

Perdana Menteri Inggris Clement Atlee berkata: "Musuh terakhir kita telah terbaring lemah."

Dia mengucapkan terima kasih kepada sekutu Inggris, Australia dan Selandia Baru, India, Burma, semua negara yang dijajah oleh Jepang, dan Uni Soviet.

Dia menambahkan bahwa ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada AS "yang tanpanya upaya luar biasa perang di Timur masih akan berjalan selama bertahun-tahun".

A crowd cheers in Times Square in New York

Times Square, New York, AS.

Keesokan harinya, Kaisar Jepang Hirohito terdengar di radio untuk pertama kalinya dalam sebuah siaran di mana dia menyalahkan penggunaan "bom baru dan paling kejam" untuk penyerahan tanpa syarat Jepang.

Dia menambahkan: "Jika kita terus berperang, itu tidak hanya akan mengakibatkan kehancuran total dan pemusnahan bangsa Jepang, tetapi juga akan menyebabkan kepunahan total peradaban manusia."

Women hold a newspaper and raise their arms

Tiga perempuan di Ohio, AS, merayakan berakhirnya Perang Dunia II sambil memamerkan surat kabar Cleveland Press.

Transparent line
 
A sailor blows a trumpet in Times Square

Times Square, New York, AS.

Di London, kerajaan Inggris menyambut kerumunan orang yang bersukacita dari balkon istana Buckingham.

Crowds outside Buckingham Palace

Kerumunan orang yang berkumpul di luar istana Buckingham.

Ribuan orang menyaksikan Raja George VI dan Ratu menyusuri Mall dengan kereta terbuka.

Putri Elizabeth dan Putri Margaret kemudian berbaur dengan orang banyak di luar istana.

The Royal Family wave on the balcony of Buckingham Palace

Anggota kerajaan Inggris melambaikan tangan kepada kerumunan orang dari balkon Istana Buckingham.

Malam itu, Raja berbicara kepada bangsa dan Kekaisaran dalam siaran dari ruang studinya di Istana Buckingham.

Dia berkata: "Hati kami penuh luapan perasaan, seperti hatimu sendiri.

"Namun tidak ada satu pun dari kita yang telah mengalami perang mengerikan ini yang tidak menyadari bahwa kita akan merasakan konsekuensi yang tak terhindarkan lama setelah kita semua melupakan kegembiraan kita hari ini."

Surat resmi penyerahan diri ditandatangani Jepang pada 2 September di kapal perang AS, USS Missouri di Teluk Tokyo.

An American soldier is seen with lipstick marks on his face

Seorang perwira Amerika dengan lipstik di wajahnya.

Kemenangan Sekutu di Eropa dan terhadap Jepang menandai kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II, namun kehidupan orang-orang yang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai selama perang, telah berubah selamanya.

 

Sumber: bbc.com/indonesia

Keyword Perang Dunia II