press enter to search

Senin, 26/10/2020 13:18 WIB

Burger, Kentang Goreng, Es Krim: Hidangan Terakhir Terpidana Mati

Redaksi | Selasa, 18/08/2020 09:29 WIB
Burger, Kentang Goreng, Es Krim: Hidangan Terakhir Terpidana Mati Ilustrasi.

WASHINGTON (Aksi.id) - Untuk mendorong pemahaman lebih dalam tentang sistem hukuman mati di AS, fotografer Jackie Black mereka ulang hidangan terakhir yang diminta para terpidana mati sebelum mereka dieksekusi.

Hidangan terdiri dari kentang goreng, kue, telur orak-arik, dan roti bakar.

Hidangan terakhir yang diminta Clydell Coleman, dieksekusi 5 Mei 1999

"Bagaimana rasanya meminta hidangan terakhir sebelum Anda dihukum mati atas kejahatan yang mungkin Anda lakukan atau tidak lakukan?" sang fotografer Amerika bertanya dalam kata pengantar proyek ini.

"Jika kita bisa menempatkan diri kita di depan hidangan itu, mungkin kita bisa merasakan pengalamannya.

"Mungkin, kita bisa mempertanyakan motif dan keterlibatan kita sendiri dengan sistem keadilan.

"Mungkin, kita bisa berempati dengan si terpidana mati."

Black juga menghimpun informasi tentang para terpidana, termasuk berapa lama mereka menjalani pendidikan, pekerjaan, dan kata-kata terakhir mereka.

David Wayne Stoker

Dieksekusi: 16 Juni 1997

Pendidikan: Delapan tahun

Pekerjaan: Operator alat berat/tukang kayu

Kata-kata terakhir: "Aku sungguh meminta maaf atas kehilangan Anda... tapi saya tidak membunuh siapapun."

Anthony Ray Westley

Dieksekusi:13 Mei 1997

Pendidikan: Delapan tahun

Pekerjaan: Buruh

Kata-kata terakhir: "Aku ingin kalian tahu bahwa aku tidak membunuh siapapun. Aku cinta kalian semua."

Thomas Andy Barefoot
Sup kacang, nasi, jagung manis, biskuit, dan cola.SUMBER

Dieksekusi:30 Oktober 1984

Pendidikan: Tidak dicantumkan

Pekerjaan: Buruh ladang minyak

Kata-kata terakhir: "Saya harap suatu hari nanti kita bisa melihat kejahatan yang kita lakukan saat ini seperti para tukang sihir yang dibakar di tiang pancang. Saya ingin semua orang tahu bahwa saya tidak dendam kepada mereka. Saya mengampuni mereka semua. Saya harap semua orang yang pernah saya sakiti akan memaafkan saya.

"Saya berdoa setiap hari agar istri [korban] menghapuskan kegetiran dalam hatinya, karena kegetiran dalam hatinya itu akan mengirimnya ke neraka seperti halnya dosa-dosa lain. Saya minta maaf atas semua yang pernah saya lakukan ke semua orang. Saya berharap mereka memaafkan saya."

James Russell

Dieksekusi:19 September 1991

Pendidikan: 10 tahun

Pekerjaan: Musisi

Kata-kata terakhir: Dilaporkan berlangsung selama tiga menit, tidak dicatat maupun direkam.

Jeffrey Allen Barney

Semangkuk sereal dengan susu, sekardus susu, dan dua kotak Frosted Flakes.

Dieksekusi:16 April 1986

Pendidikan: Tidak dicantumkan

Pekerjaan: Tidak dicantumkan

Kata-kata terakhir: "Saya minta maaf atas hal yang telah saya lakukan. Saya pantas menerima ini. Yesus maafkan saya."

Johnny Frank Garrett
Semangkuk es krim cokelat dan stroberi.

Dieksekusi:11 Februari 1992

Pendidikan: Tujuh tahun

Pekerjaan: Buruh

Kata-kata terakhir: "Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya karena telah mencintai saya dan merawat saya. Dan persetan dengan yang lain."

2px presentational grey line
William Prince Davis
Nugget ayam, roti, kacang, keripik kentang, dan cola.

Dieksekusi:14 September 1999

Pendidikan: Tujuh tahun

Pekerjaan: Tukang atap

Kata-kata terakhir: "Saya ingin mengatakan kepada keluarga betapa menyesalnya saya di dalam jiwa dan lubuk hati saya yang terdalam atas rasa sakit dan kesengsaraan yang saya timbulkan dari tindakan saya ... Saya ingin berterima kasih kepada semua terpidana mati yang telah menunjukkan cinta kepada saya selama bertahun-tahun.

"Saya berharap dengan menyumbangkan tubuh saya untuk ilmu pengetahuan, beberapa bagiannya dapat digunakan untuk membantu orang lain... Itu saja yang ingin saya katakan, Pak sipir. Oh, saya ingin berkata, sebagai penutup, bagaimana dengan para Koboi itu? "

Gerald Lee Mitchell
Sebungkus permen
Dieksekusi:22 Oktober 2001

Pendidikan: 10 tahun

Pekerjaan: Tukang kayu

Kata-kata terakhir: "Saya minta maaf atas rasa sakit [yang telah saya sebabkan]. Saya minta maaf atas kehidupan yang saya ambil dari Anda. Saya meminta pengampunan kepada Tuhan. Dan saya meminta hal yang sama dari Anda. Saya tahu ini mungkin sulit. Tapi saya minta maaf atas apa yang saya lakukan.

"Untuk keluargaku, aku mencintai kalian masing-masing. Kuatkan. Ketahuilah bahwa cintaku selalu bersama kalian, selalu. Aku tahu aku akan pulang untuk bersama Tuhan. Tumpahkan air mata kebahagiaan untukku."

Robert Anthony Madden
Gambar dengan tulisan: "Asked that final meal be given to a homeless person. (Request denied)."

"Meminta hidangan terakhirnya diberikan kepada orang tunawisma. (Permintaan ditolak)."

Dieksekusi:28 Mei 1997

Pendidikan: 12 tahun

Pekerjaan: Juru masak

Kata-kata terakhir: "Saya minta maaf atas kehilangan dan rasa sakit Anda. Tapi saya tidak membunuh orang-orang itu. Mudah-mudahan, kita semua akan belajar tentang diri kita sendiri dan satu sama lain. Dan kita akan belajar untuk menghentikan siklus kebencian dan dendam dan menghargai apa yang benar-benar terjadi di dunia ini.

"Saya memaafkan semua orang atas proses ini, yang tampaknya salah."

James Beathard
Selada, onion ring, kentang goreng, wortel, dan nugget ayam.
Dieksekusi:9 Desember 1999

Pendidikan: 15 tahun

Pekerjaan: Mekanik sepeda motor

Setelah persidangan, saksi kunci yang dibawa jaksa penuntut menarik kembali kesaksiannya dan tiga anggota dewan pembebasan bersyarat merekomendasikan pengampunan.

Kata-kata terakhir: "Saya ingin memulai dengan mengakui cinta yang saya dapatkan dalam keluarga saya. Tidak ada laki-laki di dunia ini yang memiliki keluarga yang lebih baik daripada saya. Saya memiliki orang tua terbaik di dunia. Saya memiliki kehidupan yang paling indah yang bisa dimiliki manusia. Saya tidak pernah lebih bangga kepada siapapun selain putri dan putra saya.

"[Ada] beberapa hal yang ingin saya bicarakan karena ini adalah salah satu dari sedikit kesempatan orang akan mendengarkan apa yang saya katakan. Amerika Serikat sekarang telah tiba di [tempat] di mana [tidak ada] rasa hormat untuk kehidupan manusia. Kematian saya hanyalah gejala dari penyakit yang lebih besar. Pada titik tertentu, pemerintah harus sadar dan berhenti melakukan hal-hal untuk menghancurkan negara lain dan membunuh anak-anak yang tak bersalah. Embargo dan sanksi yang sedang berlangsung terhadap tempat-tempat seperti Iran dan Irak, Kuba, dan tempat-tempat lain - mereka tidak mengubah dunia sedikt pun dan menyakiti anak-anak yang tidak bersalah.

"Mungkin yang lebih penting dalam banyak hal adalah apa yang kita lakukan terhadap lingkungan bahkan lebih merusak karena selama kita terus berjalan ke arah yang kita jalani, hasil akhirnya adalah tidak masalah bagaimana kita memperlakukan orang lain karena semua orang di planet ini akan segera mati.

"Salah satu dari sedikit cara di dunia kebenaran akan pernah keluar, atau orang akan tahu apa yang terjadi, [adalah] selama kita mendukung pers bebas di luar sana. Saya melihat pers kesulitan untuk tetap eksis sebagai institusi gratis."

Pameran "Last Meals" diadakan di Parrish Art Museum, New York, sampai 31 Januari 2021. (ds/sumber BBC Indonesia)