press enter to search

Kamis, 29/10/2020 11:19 WIB

DPR Minta Ahok Proaktif Awasi Kinerja Direksi agar Pertamina Untung

Redaksi | Rabu, 26/08/2020 15:06 WIB
DPR Minta Ahok Proaktif Awasi Kinerja Direksi agar Pertamina Untung Komut Pertamina, Ahok.

JAKARTA (Aksi.id) - Kinerja Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi sorotan lantaran Pertamina mengalami kerugian. Wakil Ketua Komisi VII, Eddy Soeparno menilai kerugian Pertamina tak bisa dihindari semenjak pandemi Covid-19.

"Saya kira kerugian Pertamina itu tidak bisa dihindari karena kondisi saat ini memang perekonomian kita terpuruk sehingga penurunan terhadap permintaan produk pertamina tak bisa terelakan," kata Eddy, Rabu (26/8).

Menurutnya, sejak diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mobilitas warga relatif rendah. Mobil tidak berjalan, bus tidak kemana-mana dan pesawat tidak terbang.

"Sehingga produk pertamina seperti bbm dan aftur itu tidak ada pembelinya, atau pembelinya sangat sedikit jadi itu memang tidak bisa dihindari," ucapnya.

Meski demikian, kedepannya direksi Pertamina harus memberikan sebuah rencana bisnis yang kredibel dan jitu untuk bisa membalikkan kondisi yang saat ini dari rugi menjadi untung di akhir tahun 2020. Sebab, mobilitas warga sudah mulai tinggi ketika PSBB dilonggarkan.

"Di berbagai daerah kita sudah lihat mobilitas warga relatif tinggi pesawat sudah terbang jalanan sudah mualai ramai dengan mobil dan motor sehingga perjualan pertamina dari bbm hingga aftur pasti akan meningkat," kata dia.

Politikus PAN itu juga juga meminta agar komisaris pertamina ikut proaktif mengawasi direksi dalam melakukan pekerjaannya. Terutama untuk meningkatkan kinerja.

"Jadi harus ada pengawasan yang proaktif, aktif saja enggak cukup dari komisaris, agar direksi pertamina betul betul bisa on track di dalam rel yang benar untuk bisa membalikkan kinerja perusahaan menjadi untung di 2020 akhir ini," tandasnya.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) mencatatkan rugi bersih sebesar USD 767,92 juta atau Rp11,2 triliun pada semester I-2020. Angka ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2019, yang mana saat itu perseroan tercatat membukukan laba bersih USD 659,96 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun. (ds/sumber Merdeka.com)

Keyword DPR Pertamina