press enter to search

Kamis, 29/10/2020 02:25 WIB

Gedung Putih Didemo Ratusan Orang, Trump Didesak Mundur

Redaksi | Jum'at, 28/08/2020 09:55 WIB
Gedung Putih Didemo Ratusan Orang, Trump Didesak Mundur Gedung Putih.

WASHINGTON (Aksi.id) - Ratusan pengunjuk rasa berdemo di depan Gedung Putih Amerika Serikat (AS). Mereka berdemo terkait diskriminasi rasial di negara itu.

Dikutip dari AFP, sejumlah pendemo meneriakkan amarah dan menuntut Presiden AS Donald Trump mundur. Hal itu terjadi jelang pidato pamungkas Trump dalam konvensi Partai Republik yang diagendakan di South Lawn Gedung Putih, Kamis (27/8/2020) malam.

"Kita perlu mengeluarkan Trump, kita perlu menghancurkan seluruh sistem. Kita membutuhkan revolusi," kata Keheirra Wedderburn, 18 tahun diiringi nyanyian "Trump/Pence keluar sekarang!".

"Para presiden ini tidak akan melakukan apa pun karena mereka bukan orang kulit berwarna di jalanan yang ditembak," kata mahasiswa kulit hitam dari Houston, Texas itu kepada AFP.

"Ada lebih banyak orang yang siap untuk Trump meninggalkan jabatannya," kata Michael Legend, pria kulit hitam berusia 33 tahun, penduduk asli Washington.

Hal senada juga dikatakan pengunjuk rasa lainnya. Ia meminta Trump tidak dipilih lagi sebagai calon presiden AS untuk maju di Pemilu November nanti.

"Kami tidak ingin melihat Donald Trump menerima pencalonan itu. Tujuannya adalah untuk menenggelamkannya," kata Miriam Oppenheimer, yang datang dari Philadelphia untuk demonstrasi.

"Kami pikir Trump mendorong rakyatnya untuk melakukan kekerasan dan kami mendorong orang-orang untuk berdamai," kata Oppenheimer, 53, membawa tanda bertuliskan, "polisi adalah alat fasisme".

Trump sendiri dijadwalkan memberi pidato pamungkas malam waktu setempat. Dalam pemilu, Trump akan melawan Joe Biden, mantan wakil Barrack Obama saat menjabat sebagai presiden.

Sementara itu, AS sendiri dilanda kerusuhan karena penembakan yang dilakukan polisi ke warga kulit hitam Jacob Blake, 23 Agustus lalu, di Kenosha, Wisconsin. Bahkan dua orang tewas dalam kerusuhan dan 10 orang ditangkap.

Sejumlah bangunan dibakar. Pemerintah negara bagian menerjunkan pasukan Garda Nasional bahkan FBI untuk mengamakan kerusuhan.

Di Kenosha, pemerintah kota menerapkan jam malam. Demo berujung bentrok juga terjadi di kota lain di AS termasuk New York. (ds/sumber CNBC Indonesia)


Artikel Terkait :

-