press enter to search

Jum'at, 22/01/2021 16:57 WIB

Ratusan Petugas Sensus Penduduk dan Koseka BPS Jakpus Ikuti Rapid Tes

Dahlia | Jum'at, 28/08/2020 16:27 WIB
Ratusan Petugas Sensus Penduduk dan Koseka BPS Jakpus Ikuti Rapid Tes Foto:istimewa

Jakarta (aksi.id) - Sebanyak 141 petugas Sensus Penduduk/Petugas Pencacah Lapangan Badan Pusat Stastistik Jakarta Pusat mengikuti rapid tes Coronavirus Disease atau Covid-19 yang diselenggarakan Puskesmas Kecamatan Kemayoran. Kegiatan dilaksanakan di halaman Puskesmas Kemayoran, Jum’at (28/8).

Kepala Puskesmas Kecamatan Kemayoran, Buana mengatakan, pihaknya melaksanakan rapid tes kepada Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka) dan petugas sensus penduduk/pencacah lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Pusat.

Rapid tes ini atas permintaan dari BPS Jakarta Pusat untuk para petugas pencacah lapangan dan koordinator sensus Kecamatan Kemayoran untuk dilakukan rapid tes, jelas Buana saat dikonfirmasi, Jum’at (28/8).

Dari 141 petugas yang mengikuti rapid tes ada 15 petugas yang reaktif dan langsung menjalani swab. Sementara satu orang petugas tidak mau mengkuti Swab. Dan hasil swab tes bisa diketahui sekitar 3 hari mendatang., ungkap Buana.

Ia Melanjutkan, pelaksanaan rapid tes dimulai pukul 09.00 – 11.30 dengan menerjunkan 8 petugas tenaga medis. Selain itu, dirinya juga menghimbau agar selalu menerapkan protocol kesehatan seperti 3M.

Sementara itu, Koordinator Statistik Kecamatan Kemayoran (KSK) BPS Jakarta Pusat, M.Abdul Aziz menjelaskan dalam rangka sensus penduduk tahun 2020 BPS Jakarta Pusat melakukan rapid tes kepada petugas sensus untuk memenuhi protocol kesehatan.

Pelaksanaan rapid tes tersebut pihaknya bekerjasana dengan Puskesmas Kecamatan Kemayoran. Pelaksanaan rapid tes berlangsung dua hari yakni tanggal 27 s.d 28 Agustus 2020. Ada 141 petugas yang mengikuti rapid tes yaitu terdiri dari 8 orang koordinator sensus Kecamatan dan selebihnya petugas sensus penduduk/petugas pencacah lapangan.

Ada 15 orang yang reaktif, namun 1 orang mengundurkan diri karena tidak mau menjalani swab tes. Mereka yang reaktif melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dengan pengawasan dari Puskesmas dan Rt/Rw setempat, tambah Aziz.