press enter to search

Kamis, 29/10/2020 03:28 WIB

Dari Bandara Soetta ke Yogyakarta, Kenapa Masih Perlu Rapid Test?

Redaksi | Sabtu, 29/08/2020 16:22 WIB
 Dari Bandara Soetta ke Yogyakarta, Kenapa Masih Perlu Rapid Test? Kenyamanan itu dirasakan oleh calon penumpang Batik Air, yang hendak terbang dari Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sejak Jumat (28/8/2020) subuh.

TANGERANG (Aksi.id) – Di tengah pandemi Covid-19, yang masih berlangsung, terbang tidak terhalang. Traveler mendapat jaminan mengudara akan terhindar dari ancaman Corona.

Jaminan itu diberikan operator penerbangan. Dengan safe travel campaign,  PT Angkasa Pura II bersama stakeholders memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa untuk terbang dengan sehat dan aman.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura II dan juga PT Angkasa Pura I bekerja keras untuk mensterilisasi seluruh fasilitas dan SDM sehingga terbebas dari virus Corona.

Begitu juga operator pesawat, meningkatkan prosedur sterilisasi dan kebersihan pesawat. Mereka berkomitmen memastikan kesehatan dan keselamatan pada penumpang, awak pesawat, teknisi, petugas layanan darat (ground handling) serta karyawan lainnya yang terkait, dalam pelaksanaan operasional penerbangan yang memenuhi unsur-unsur sebagai upaya tidak menyebabkan penyebaran virus termasuk Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Perangkat teknologi yang terpasang dan berbagai langkah preventif, seluruh awak pesawat dan karyawan serta penumpang mematuhi ketentuan penerbangan, sebagaimana yang menjadi pedoman protokol kesehatan selama masa waspada ini, akan memberikan optimis bahwa perjalanan udara perlahan mulai kembali. Dengan harapan, penumpang dapat memulai perjalanan tanpa ragu-ragu (resume their journeys with confidence).

Berdasarkan rekomendasi pabrikan pesawat yang dilaksanakan menurut pendekatan keamanan dan keselamatan yang terus ditingkatkan serta diperbarui di industri penerbangan, salah satunya sistem yang telah terbukti dalam membantu menjaga tingkat kebersihan kabin, yakni mengandalkan kemampuan High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat.

Sistem kerja HEPA ialah menyaring serta membuat sirkulasi ulang dari kabin dan menyampurkannya dengan udara bersih dari luar pesawat. Sebagian udara yang berasal dari dalam dibuang ke luar kabin, sisanya dipompa melalui filter udara – HEPA.

HEPA filter bekerja efektif dengan tingkat 99,9+% menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur sebelum udara kembali didistribusikan (sirkulasi) ke kabin. Perputaran sirkulasi udara dalam pesawat yang dilengkapi HEPA berlangsung cepat. Dengan demikian sirkulasi udara yang segar di kabin diperbarui 20 hingga 30 kali dalam satu jam atau setiap dua hingga tiga menit, sehingga penumpang akan merasa aman, nyaman dan percaya diri untuk bepergian menggunakan pesawat udara.

Teknologi lainnya yang membuat kualitas udara di kabin aman ialah material komposit di kabin pesawat yang memungkinkan menjaga kelembaban sehingga mengurangi efek dehidrasi, kondisi kering dan tidak berkarat seperti pada logam di bawah kelembaban tinggi. Kabin pesawat didesain mampu mempertahankan kelembaban kurang lebih 25%, meningkat jika dibandingkan pesawat seri terdahulu yakni sebesar 20%.

Peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara, untuk Lion Air Group secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) yang dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air berada.

Pengerjaan kebersihan meliputi ruang kemudi (flight deck); dapur (galley); kamar kecil (lavatories), termasuk pintu, pegangan pintu, wastafel dan tempat sampah; alas makan dan pegangannya; fasilitas hiburan (in-flight entertainment) termasuk remote control; pegangan pembuka rak bagasi kabin (luggage storage bin handle)overhead lighting, ventilasi udara dan call button; sandaran kursi; penutup tempat duduk (seat covers); sabuk pengaman (seat belts); sandaran kepala tempat duduk (seat headrests); karpet lantai; jendela dan penutup jendela; fasilitas penumpang lainnya; ruang kargo (cargo compartment) dan lainnya.

Kenyamanan itu dirasakan oleh calon penumpang Batik Air, yang hendak terbang dari Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sejak Jumat (28/8/2020) subuh.

Traveler tampak percaya diri untuk membawa anak-anak bahkan bayi menikmati penerbangan di masa pandemi Covid-19.

Dengan mematuhi protokol kesehatan, mereka antre untuk check-in, menanti di ruang tunggu, naik ke pesawat, di dalam pesawat, dan saat turun di Bandara Internasional Yogyakarta.

Masih Perlu PCR dan HAC?

Calon penumpang antre rapid test di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, 28 Agustus 2020. (Foto: aksi.id/awe).

Setelah turun dari pesawat, penumpang harus antre panjang untuk pemeriksaan health alert card di Bandara Internasional Yogyakarta, Jumat, 28 Agustus 2020. (Foto: aksi.id/awe)

Dengan jaminan operator penerbangan seperti tadi maka menjadi pertanyaan besar apakah masih dibutuhkan rapid test dengan PCR dan health alert card (HAC) sebagai kelengkapan dokumen yang wajib dipenuhi calon penumpang pesawat domestik.

Selain calon penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk rapid test dan menambah rentang waktu pemeriksaan di bandara, juga sebenarnya status mereka adalah pengguna jasa transportasi publik seperti halnya penumpang bus dan kereta.

Naik bus dan KRL tidak perlu melampirkan rapid test dan HAC, mengapa naik pesawat domestik mesti berbeda? Bukankah perlakuannya mesti sama, seperti dalam istilah hukum yakni equal before the law?

(Gus Awe).