press enter to search

Kamis, 29/10/2020 11:15 WIB

Kepala BP2MI: Terima Kasih Presiden Jokowi, Terima Kasih Menteri BUMN, Terima Kasih PT Angkasa Pura II

Dahlia | Jum'at, 04/09/2020 20:22 WIB
Kepala BP2MI: Terima Kasih Presiden Jokowi, Terima Kasih Menteri BUMN, Terima Kasih PT Angkasa Pura II Foto:istimewa

84202016121
TANGERANG (aksi.id) – Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pekerja migran Indonesia adalah pahlawan yang telah menyumbangkan devisa dalam bentuk remittance hingga mencapai Rp159 triliun pada 2019.

“Sehingga layak para pekerja migran Indonesia diperlakukan sebagai warga negara dengan layanan VIP. Layanan khusus ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang bersifat VIP,” ujarnya usai penandatanganan MoU beraama President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin sebagai langkah awal bagi kedua pihak untuk kemudian bekerja sama dalam menyediakan fasilitas khusus bagi pekerja migran.

“Terima kasih Presiden Jokowi, Terima kasih Menteri BUMN, terima kasih PT Angkasa Pura II. Fasilitas khusus ini kami harapkan tidak hanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tetapi juga bisa di kantong kantong keberangkatan dan kedatangan lainnya seperti di Bandara Kualanamu, Bandara Kertajati dan bandara internasional lainnya,” jelas Benny Rhamdani.
Dia menegaskan BP2MI mengapresiasi PT Angkasa Pura II yang juga akan menyediakan area pameran/pemasaran di area terminal penumpang bagi produk-produk hasil dari pekerja migran Indonesia yang kini sudah dapat membuka lapangan usaha.

Adapun bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II saat ini adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Kertajati, Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang) dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu).