press enter to search

Kamis, 29/10/2020 02:18 WIB

Syaikhu Hadirkan Barista dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR di Pesantren Annihayah, Karawang

Fahmi | Minggu, 06/09/2020 07:03 WIB
Syaikhu Hadirkan Barista dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR di Pesantren Annihayah, Karawang Barista dihadirkan dalam sosialisai 4 Pilar MPR RI di Pesantren Annihayah, Karawang, Sabtu(5/9/2020)

KERAWANG (Aksi.id) - Anggota Badan Pengkajian (BP) MPR Ahmad Syaikhu melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sabtu, (5/9). Uniknya, acara yang berlangsung di Pesantren Annihayah, Rawa Merta, Karawang itu juga dihadiri Barista atau Peracik Kopi.

Syaikhu menjadi pembicara bersama Wakil Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid. Dalam kesempatan itu, Hidayat meminta agar bangsa ini tidak melupakan `jas merah` dan `jas hijau`.

"Kita jangan meninggalkan jasa para pahlawan atau `jas merah`. Juga jangan menghilangkan jasa para ulama atau ,`jas hijau`", ungkap Hidayat.

Sementara itu, Syaikhu mengingatkan tentang banyaknya agenda keumatan yang harus terus dikawal di parlemen. Salah satunya Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Kita hampir kecolongan dengan RUU HIP. Karena Pancasila mau diperas menjadi Trisila dan Ekasila," ungkap Syaikhu.

Selain itu, tambah Syaikhu, TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 tidak dijadikan konsideran atau pertimbangan dalam RUU HIP.

"Padahal TAP MPRS ini isinya pembubaran PKI dan pelarangan komunisme, Lenisisme dan Marxisme," jelas Syaikhu.

Politisi PKS itu mengajak para santri dan kyai yang hadir dalam acara itu, untuk peduli dengan isu-isu semacam ini.

"Kita ini harus percaya diri karena kemerdekaan bangsa hasil perjuangan kyai dan santri. Karena itu isu-isu semacam RUU HIP harus diawasi," kata Syaikhu.

Acara ini unik, sebab menghadirkan dua barista. Keduanya membuat kopi untuk para peserta yang berjumlah sekitar 200 orang. Dalam waktu singkat, kopi racikan kedua barista tersebut habis, karena memang nikmatnya beda.

Syaikhu sempat berseloroh mengomentari nikmatnya kopi yang dibuat oleh barista tersebut "kopi yang nikmat itu digiling bukan digunting". (fhm)