press enter to search

Sabtu, 26/09/2020 12:25 WIB

Dokter Spesialis Anak di Medan Meninggal Terpapar Covid-19

Redaksi | Jum'at, 11/09/2020 09:48 WIB
Dokter Spesialis Anak di Medan Meninggal Terpapar Covid-19 Ilustrasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Dokter di Kota Medan bernama Ifan Eka Syahputra (52) meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona. Dokter spesialis anak tersebut mengembuskan nafas terakhirnya di RS Bunda Thamrin Medan, Kamis (20/9).

"Beliau sempat dirawat di ruang ICU. Beliau senior saya yang baik hati, ramah, rajin beribadah dan selalu mengutamakan kepentingan pasien anak dan masyarakat," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, Wijaya Juwarna.

Wijaya menjelaskan almarhum selama ini praktik di tiga rumah sakit di Kota Medan antara lain RS Bhayangkara, RS Bunda Thamrin dan RS Malahayati. Akan tetapi ia tak mengetahui secara pasti di mana almarhum tertular virus corona.

"Secara pasti kita tidak mengetahui, namun yang jelas ketika dokter bertugas di rumah sakit yang menangani pasien covid-19 dan juga non-Covid 19 sangat berisiko terpapar virus ini. Kecuali gedungnya berbeda, sehingga lalu lintas IGD dan lift juga berbeda," paparnya.

Wijaya tetap menganjurkan agar rumah sakit (RS) yang ada di Kota Medan bisa diklasifikasi segera mana yang khusus menangani pasien covid-19 dan mana yang menangani pasien noncovid 19. Kecuali rumah punya gedung yang berbeda.

"DKI Jakarta sudah menyiapkan RS khusus Covid-19 sebanyak 13 RS. Pasien rawat inap dan jalan noncovid-19 yang sebelumnya ada di 13 RS tersebut dipindahkan ke RS yang menangani non Covid-19. Jadi DKI Jakarta akhirnya membuat strategi seperti yang sering kita sampaikan, pada 4 September sudah diberlakukan penunjukkan 13 RS tersebut," katanya.

Menurut Wijaya risiko paparan virus Corona semakin meningkat kurun waktu belakangan ini. Di Kota Medan saja sudah 12 dokter yang meninggal dunia akibat covid-19 antara lain Dokter Ucok Martin, Dokter Anna Mari Ulina Bukit, Dokter Irsan Nofi Hardi Lubis, Aldreyn Asman Aboet, Dokter Andhika Kesuma Putra, Ahmad Rasyidi Siregar, Dokter Dennis, Dokter Sabar Tuah Barus, Dokter Rusdi Yunus, Dokter Daud Ginting, Edwin Marpaung dan Ifan Eka Syahputra.

"Begitupun para dokter tetap akan menjalankan profesinya dengan penuh kewaspadaan karena resiko paparan yang semakin meningkat kurun waktu belakangan ini," katanya. (ds/sumber CNNIndonesia.com)