press enter to search

Sabtu, 26/09/2020 12:04 WIB

Terapi Tingkatkan Imunitas Tubuh Ala Raja Papua di Pesantren AFKN Bekasi

Redaksi | Sabtu, 12/09/2020 14:07 WIB
Terapi Tingkatkan Imunitas Tubuh Ala Raja Papua di Pesantren AFKN Bekasi Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN KH Fadlan Garamathan.

BEKASI (aksi.id) - Puluhan orang tampak antre untuk mengikuti terapi Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN), Setu, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2020) pagi.

Mereka, yang di antaranya  terdapat dokter, ustadz dan pengusaha, dijamu okeh pengasuh sekaligus pendiri pesantren tersebut, KH Fadlan Garamathan.

Ada dua jenis minuman herbal disediakan dalam perjamuan itu. Kopi dan teh. Keduanya berasal dari tumbuhan Papua. 

Di dekat tamu-tamu itu terdapat dua kamar dengan dinding bilik. Ada kursi-kursi mengelilingi panci besar berisi air panas. Seorang santri datang membawa ramuan.

Tujuh tamu, termasuk BeritaTrans.com dan Aksi.id, masuk ke kamar tersebut. Fadlan Garamathan lalu memasukkan ramuan tadi ke panci besar tersebut.

"Para ikhwan silakan buka baju. Mata agar tetap terbuka. Hirup dengan hidung, tahan nafas, lalu keluarkan melalui mulut. Bergantian, tarik nafas dengan mulut, hembuskan melalui hidung. Begitu terus selama tujuh menit," tutur pendakwah yang terkenal sebagai ustadz yang berdakwah di tanah Papua dengan menyosialisasikan mandi menggunakan sabun tersebut.

Hanya hitungan detik, asap menyembul pekat dari panci. BeritaTrans.com dan Aksi.id mempraktikkan instruksi KH Fadlan. Peluh bercucuran. Metode ini memang mirip dengan spa.

Setelah tujuh menit, peserta terapi ke luar. Badan terasa segar. Nafas pun lebih lega.  "Enak sekali. Fresh banget. Perlu sebulan sekali ikut terapi ini," kata seorang dokter, yang mengikuti terapi itu.

Seorang ustadz asal Mesir dan lulusan dari Universitas Al Azhar Kairo mengemukakan telah dua kali mengikuti terapi ini. "Alhamdulillah lebih sehat. Terhindar dari penyakit," tuturnya.

Lalu apa ramuan untuk terapi?

Kiai Fadlan mengungkapkan seluruh herbal untuk ramuan terapi didatangkan dari Fakfak, Papua. "Ini terapi raja-raja Papua sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini untuk meningkatkan imunitas tubuh," ungkapnya.

Dia menuturkan sejauh ini lebih dari 4.000 orang telah mengikuti terapi. Di antaranya merupakan penderita Covid-19.  "Alhamdulillah dengan izin Allah, penderita Covid-19 itu sembuh total. Akhirnya datang lagi bersama keluarga untuk terapi," tuturnya.

Dia menegaskan apapun penyakit dapat disembuhkan. "Baginda Rasulullah SAW menegaskan hanya dua penyakit yang tisak dapat disembuhkan yakni penyakit tua dan  kematian," ujarnya.

Dia menunjuk soal Covid-19. "Corona itu yang ciptakan Allah Swt. Minta kesembuhan kepada Allah. Yakinkan bahwa Allah Maha Penyembuh," cestusnya.

Lalu berapa tarif untuk mengikuti terapi?

Kiai Fadlan buru-buru menjawab: "Mana ada tarif segala".

Aksi.id dan BeritaTrans.com tertegun mendegar jawaban itu. Pendakwah ini di tengah mengasuh ribuan santri asal Indonesia timur dan sibuk membangun berbagai fasilitas pesantren, namun masih saja peduli untuk menawarkan terapi kesehatan tanpa bayaran.

Semoga Allah Yang Maha Kaya dan KekayaanNya Tanpa Batas menggerakkan para dermawan untuk membantu KH Fadlan Garamathan..

Hadis tentang keaembuban

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma`ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin `Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku `Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari `Abdu Rabbih bin Sa`id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah `azza wajalla." (HR Muslim).

Hadits lainnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az Zubairi telah menceritakan kepada kami `Umar bin Sa`id bin Abu Husain dia berkata; telah menceritakan kepadaku `Atha`bin Abu Rabah dari Abu Hurairah radliallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam beliau bersabda: "Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga." (HR Bukhari).

Hadits yang lain menyebutkan:

Diriwayatkan dari musnad Imam Ahmad dari shahabat Usamah bin Suraik, bahwasanya Nabi bersabda:

كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ

“Aku pernah berada di samping Rasulullah, Lalu datanglah serombongan Arab Badui. Mereka bertanya, `Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?` Beliau menjawab, `Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab, Allah  tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.` Mereka bertanya, `Penyakit apa itu?` Beliau menjawab, `Penyakit tua.`" (HR Ahmad). 

(awe).