press enter to search

Sabtu, 26/09/2020 12:45 WIB

Inovasi Taruna PPI Madiun: Kembangkan Lori Tenaga Surya dan ART

Dahlia | Sabtu, 12/09/2020 12:08 WIB
Inovasi Taruna PPI Madiun: Kembangkan Lori Tenaga Surya dan ART Foto: ilustrasi

MADIUN (aksi.id) – salah satu sekolah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, tak sekadar mendidik secara teori saja namun juga mengajak tarunanya mampu berinovasi.

“PPI Madiun selain mencetak tenaga-tenaga Madya di perkeretaapian, juga aktif mendukung para taruna untuk berinovasi dalam mengembangkan teknologi perkeretaapian, antara lain pebuatan Lori untuk inspeksi dengan energi solar cell, serta pengembangan Autonomous Rail Rapid Transit (ART), yang merupakan gabungan transportasi antara bus dan trem,” urai Kepala BPSDMP Sugihardjo di sela wisuda di PPI Madiun, Jumat (11/9/2020).

Pengembangan ART ini merupakan salah satu tugas akhir yang disusun dalam bentuk prototype dari taruna program studi Teknologi Elektro Perkeretaapian.

“Sebagai SDM transportasi, kompetensi merupakan hal yang penting untuk dimiliki dalam menghadapi tantangan di era industri 4.0, agar nantinya kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga sebagai pelaku. Sehingga dengan adanya kompetensi basic yang kita miliki, kita bisa terus berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi di bidang transportasi, seperti pada pengembangan ART, yang merupakan sistem transportasi futuristik, yaitu kereta tanpa rel dan tidak memerlukan manusia sebagai pengemudi,” bebernya.

Menurutnya, PPI Madiun memiliki peran sangat penting mengingat perkembangan perkeretaapian di Indonesia semakin pesat dengan mengacu pada Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.

Sugihardjo menjelaskan hal ini menjadi penting karena kunci dalam berbagai pembangunan infrastruktur adalah tersedianya SDM yang profesional dan kompeten sehingga mampu bersaing secara global memasuki era industri 4.0.

“PPI Madiun harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM di bidang perkeretaapian yang nantinya PPI Madiun dapat menjadi pusat unggulan pendidikan dan penelitian di bidang perkeretaapian bukan hanya di tingkat nasional, namun juga lingkup Internasional,” tambah Sugihardjo.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa sasaran pengembangan jaringan dan layanan perkeretaapian yang ingin dicapai pada tahun 2030 terfokus pada perluasan jaringan perkeretaapian nasional mencapai 10.524 KM tersebar di pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang direncanakan mampu melayani 929,5 juta orang per tahun.

IMG-20200912-WA0006

“Momen wisuda ini menjadi waktu yang tepat untuk memupuk konsep link and match antara Perguruan Tinggi, Perusahaan dan Pemerintah guna mewujudkan sasaran pengembangan jaringan dan layanan perkeretaapian”, imbuhnya.

Para wisudawan kata dia, agar dapat menjadi agen perubahan di bidang perkeretaapian dengan bekerja keras, jujur dan disiplin. 

“Tanamkan sikap profesional dalam bekerja, tingkatkan skill dan kompetensi dengan terus belajar, dan jangan merasa puas dengan apa yang Saudara dapatkan saat ini dan mari kita bersama-sama membangun Indonesia dengan seluruh kemampuan yang Saudara miliki,” ungkap Sugihardjo.

Wisudawan yang dilantik berjumlah 179 orang yang terdiri dari 44 orang Diploma III Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian, 44 orang Diploma III Teknologi Elektro Perkeretaapian, 44 orang Diploma III Teknologi Mekanika Perkeretaapian dan 47 orang Diploma III Manajemen Transportasi Perkeretaapian.

Pelaksanaan pelantikan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Direktur PPI Madiun Amirulloh menyampaikan, pada wisuda kali ini indeks prestasi kumulatif terbaik pertama sebesar 3,70.

“IPK tertinggi diraih oleh Taruna Septa Ade Dermawan dari Diploma III Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian,” tuturnya.

Seperti diketahui, Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) bahwa sasaran Pengembangan jaringan dan layanan perkeretaapian yang ingin dicapai pada tahun 2030 terfokus pada perluasan jaringan perkeretaapian nasional mencapai 10.524 KM. Ini menjadi tantangan dan peluang lulusan PPI Madiun untuk turut menyukseskannya. (omy)