press enter to search

Minggu, 27/09/2020 19:37 WIB

88% Penumpang Yakin Protokol Kesehatan di Bandara Soetta Sesuai PSBB Jakarta, 75% akan Terbang Lagi

Dahlia | Minggu, 13/09/2020 18:06 WIB
88% Penumpang Yakin Protokol Kesehatan di Bandara Soetta Sesuai PSBB Jakarta, 75% akan Terbang Lagi Foto:istimewa

8132020171430
TANGERANG (aksi.id) – Wilayah DKI Jakarta memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 – 28 September 2020.

Manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) memperkirakan PSBB DKI Jakarta mulai Senin besok tidak akan berdampak signifikan terhadap jumlah pergerakan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Namun demikian, guna mengetahui lebih lanjut respons penumpang pesawat terhadap penerapan PSBB ini maka PT Angkasa Pura II menggelar survei pada Jumat, 11 September 2020, mulai pukul 10.00 – 19.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengharapkan survei yang digelar memberikan gambaran mengenai minat penumpang pesawat untuk bepergian dari Bandara Soekarno-Hatta ketika PSBB kembali diterapkan di Jakarta.

Survei digelar menggunakan metode dipstick survey dengan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan informasi secara cepat mengenai isu tertentu dari responden. Adapun responden adalah 111 penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

“Dari survei yang dilakukan, PT Angkasa Pura II dan stakeholder dapat mengambil langkah yang diperlukan agar operasional bandara serta penerbangan berjalan lancar dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan,” jelas Muhammad Awaluddin.

8132020171410
Berikut hasil survei yang digelar setelah Pemprov DKI Jakarta mengumumkan penerapan PSBB mulai 14 September 2020:

1. Sebanyak 88% responden mengetahui DKI Jakarta akan kembali menerapkan PSBB

Mayoritas responden yakni sebanyak 88% telah terinformasi bahwa PSBB akan kembali diterapkan di Jakarta. Sementara itu, masih ada responden yang tidak mengetahui (5%) dan juga tidak mengikuti perkembangan (7%).

“Cukup banyak responden yang sudah mengetahui penerapan PSBB ini, dalam artian mungkin mereka sudah memiliki berbagai persiapan termasuk terkait dengan perjalanan menggunakan pesawat,” jelas Muhammad Awaluddin.

2. Sebanyak 75% responden tetap melakukan perjalanan dengan pesawat

Sebagian besar responden yaitu hingga 75% mengaku tidak akan membatalkan rencana perjalanan dengan pesawat dan tetap akan bepergian. Sementara itu, terdapat juga responden yang akan merencanakan ulang penerbangan (19%) dan membatalkan penerbangan (6%).

“Mayoritas responden tetap meyakini untuk terbang, baik sesuai jadwal atau merencanakan ulang jadwal penerbangan. Ini memberikan sinyal bahwa memang penerapan PSBB Jakarta tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang pesawat,” ujar Muhammad Awaluddin.

3. Sebanyak 89% respoden meyakini protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sejalan dengan penerapan PSBB DKI Jakarta

Mayoritas responden yakni mencapai 89% yakin bahwa Soekarno-Hatta telah menerapkan protokol kesehatan yang mendukung PSBB DKI Jakarta, sementara terdapat responden yang menyatakan belum sesuai (9%) dan menyatakan tidak sesuai sama sekali (2%).

Muhammad Awaluddin mengatakan sejalan dengan hasil survei ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa responden sudah memiliki kepercayaan terhadap protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta sehingga membuat mereka tetap yakin untuk bepergian dengan pesawat ketika di masa PSBB.

4. Sebanyak 62% responden mengaku PSBB DKI Jakarta akan berpengaruh terhadap rencana penerbangan mereka

PSBB DKI Jakarta diperkirakan mempengaruhi rencana penerbangan, di mana sebesar 62% responden menyatakan hal tersebut. Mempengaruhi rencana penerbangan yang dimaksud bisa saja terkait dengan durasi lamanya perjalanan, jumlah orang yang bepergian, tujuan penerbangan dan sebagainya.

Sementara terdapat responden yang menyatakan PSBB Jakarta tidak berpengaruh terhadap rencana penerbangan (23%) dan biasa saja (15%).

Muhammad Awaluddin mengatakan hasil survei ini membuat PT Angkasa Pura II dan stakeholder semakin siap dan sigap dalam menjaga berjalannya protokol kesehatan secara ketat di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lainnya di bawah pengelolaan perseroan. (awe).