press enter to search

Sabtu, 26/09/2020 11:37 WIB

DKI PSBB Lagi, Penumpang Bus Mayasari Bakti Turun 50%

Dahlia | Senin, 14/09/2020 13:38 WIB
DKI PSBB Lagi, Penumpang Bus Mayasari Bakti Turun 50% Foto:aksi.id/BeritaTrans.com

BEKASI (aksi.id) – Berlakunya PSBB di DKI berdampak pada penurunan jumlah masyarakat yang menggunakan bus ke arah Jakarta.

Itu terjadi pada bus kota Mayasari Bakti keberangkatan dari Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat ke beberapa terminal di Jakarta seperti, Tanjung Priok, Kalideres, Kampung Rambutan, Blok M dan Tanah Abang.

“Penumpangnya enggak begitu normal kayak hari Senin biasanya, berkurang setengahnya,” kata pengurus PO Mayasari Bakti Asep Suharmana kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin (14/9/2020).

Dia mengungkapkan pada Senin (14/9/2020) pagi ini keberangkatan awal tercatat Mayasari Bakti arah Blok M hanya mengangkut sembilan penumpang. Padahal pada Senin (7/9/2020) sebelumnya penumpang mencapai 15 sampai 25 orang.

“Mungkin karena ada corona, 50 persenlah penumpang menurun. Kalau penumpang biasanya ada 30 orang paling sekarang 17 orang, enggak begitu banyak,” tambahnya.

Salah seorang penumpang jurusan Kalideres yang hendak ke Grogol, terbiasa menggunakan bus Mayasari Bakti tiap pulang pergi di hari kerja.

“Ini mau ke Grogol, biasa naik bus ini. Aku kan kerja di bidang asuransi, di kantor diberlakukan shif-shifan, seminggu masuk tiga hari Senin, Rabu sama Jumat,” kata Diani di Terminal Bekasi.

Diani mengeluhkan, keberangkatan bus kini semakin lama lantaran bus harus diisi beberapa penumpang untuk meyesuaikan biaya operasional.

Hal itu diungkapkan Asep, akibat tidak adanya penumpang jumlah headway antar bus juga berjarak cukup lama antara 45 menit sampai 1,5 jam padahal sebelumnya hanya 30 menit sekali.

Akibat adanya aturan PSBB di DKI, PO Mayasari Bakti mengurangi armada untuk di Teminal Bekasi, dari sebelumnya untuk jurusan Kalideres sebanyak lima bus kini ada hanya dua yang beroperasi, Blok M dari tujuh armada menjadi tiga, Tanjung Piok dari tujuh menjadi dua bus saja dan Kampung Rambutan dari 10 bus, kini hanya tersedia enam bus.

Sebagian penumpang yang memilih bus mereka terpaksa harus tetap beraktivitas. Menurut pantauan, ada yang terlihat hendak berkunjung ke tempat saudara ada juga yang hendak berangkat kerja.

Mengenai tarif saat ini Mayasari Bakti tidak menaikan ongkos, masih seperi harga biasany semuanya berkisar Rp10 sampai Rp15 ribu tergantung tujuan. (fahmi).