press enter to search

Minggu, 01/11/2020 04:41 WIB

Genjot Pariwisata, Singapura Bagikan Voucher Rp1 Juta ke Warga

Dahlia | Rabu, 16/09/2020 19:35 WIB
Genjot Pariwisata, Singapura Bagikan Voucher Rp1 Juta ke Warga Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Warga Singapura yang berusia 18 tahun ke atas pada tahun 2020 akan menerima voucher SingapoRediscovers senilai S$ 100 atau sekitar RP 1.000.000, yang dapat digunakan untuk staycation, membeli tiket atraksi, dan tur. Voucher tersebut dapat digunakan antara Desember tahun ini hingga akhir Juni tahun depan.

"Subsidi S$ 10 juga akan diberikan untuk tiket anak-anak dan remaja untuk atraksi dan tur," kata Badan Pariwisata Singapura (STB), Rabu (16/9/2020).

"Setiap orang dewasa dapat membeli hingga enam tiket anak-anak atau remaja dengan harga bersubsidi selama masa berlaku skema."

Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing mengatakan langkah tersebut akan membantu industri pariwisata lokal, yang telah terpukul oleh Covid-19.

"Ini bukan skema bantuan sosial. Ini adalah skema ekonomi untuk membantu tempat-tempat wisata kami mempertahankan kemampuan mereka yang telah dibangun selama bertahun-tahun, sementara mereka mengkonsolidasikan kapasitas untuk sementara waktu," kata Chan kepada wartawan di Jurong Bird Park, saat mengumumkan detail program, Rabu.

Voucher akan diberikan dalam denominasi S$ 10 melalui SingPass, dan dapat digunakan untuk membeli tiket atraksi dan tur, dan pemesanan akomodasi di hotel berlisensi, kata STB. Lembaga itu melanjutkan bahwa detail lebih lanjut tentang mekanisme penukaran akan diumumkan pada November.

STB akan mengadakan tender untuk menunjuk penyedia platform untuk penebusan voucher, kata kepala eksekutif Keith Tan.

"Kami menganggapnya cukup sederhana dan lugas. Kami tidak ingin terlalu rumit untuk digunakan oleh penduduk setempat kami, serta untuk pedagang yang mendapatkan keuntungan darinya." katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan SingPass sebagai mode utama untuk menerbitkan voucher akan mencegah penipuan dan transfer voucher yang tidak sah ke orang lain.

"Kami akan merancang mekanisme anti-penipuan lainnya ke dalam sistem saat kami bekerja dengan operator platform yang akhirnya ditunjuk."

Langkah dukungan serupa untuk sektor yang terdampak pandemi corona sebelumnya telah diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat pada bulan Agustus. Pada saat itu ia mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan voucher senilai S$ 320 juta untuk memungkinkan warga Singapura mendukung bisnis pariwisata lokal.

"Skema tersebut akan melengkapi kampanye SingapoRediscovers yang sedang berlangsung yang diluncurkan pada Juli," kata STB.

"Lebih dari 200 penawaran dan paket bundle telah diluncurkan untuk mendorong penduduk setempat menjelajahi berbagai daerah dan aspek kehidupan Singapura," kata STB. "Voucher akan memberikan lebih banyak dorongan bagi warga Singapura untuk melakukannya," tambahnya.

Semua hotel berlisensi, tempat wisata dan tur yang telah disetujui oleh STB untuk beroperasi atau dibuka kembali dapat memanfaatkan skema ini.

"Kami sedang mengerjakan dampak ekonominya sekarang, tetapi yang pasti kami mengharapkan pengembalian, tidak harus kepada Pemerintah tetapi jelas kepada para pedagang. Dari tanggapan yang kami lihat sejauh ini, bahkan dari kampanye awal SingapoRediscovers, para pedagang telah menanggapi dengan sangat positif," kata Tan.

"Jelas ada perasaan bahwa mereka merespons, dan alasan mengapa mereka merespons adalah karena mereka harus melihat ada pengembalian komersial dan keuntungan bagi mereka," tambah Tan.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Chan. Ia mengatakan berharap pedagang mendapatkan keuntungan dari efek berlipat ganda dari kunjungan wisatawan.

"Jadi misalnya, mereka dapat menggunakan ini untuk melunasi tiket atau menangguhkan biaya tiket masuk. Tapi ketika mereka masuk, mereka akan menghabiskan beberapa F&B dan layanan lain yang disediakan oleh atraksi, hotel atau tur," kata Chan.

"Kami pikir akan ada efek katalitik. Untuk sejauh mana efek katalitiknya, akan sulit diprediksi saat ini, tapi kami berharap setidaknya beberapa kali lipat dari yang kami sediakan dalam APBN."

Pemberian voucher wisata itu sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan operasi sebagian objek wisata mulai 18 September. Di mana objek wisata yang telah mendapat persetujuan untuk melanjutkan operasi dapat mengajukan permohonan ke STB untuk meningkatkan kapasitas operasi dari 25% menjadi 50%, dengan persetujuan dari Kementerian Perdagangan dan Industri.

Atraksi juga akan diizinkan meningkatkan kapasitas jumlah pertunjukan luar ruangan mereka ke lima zona, dengan 50 orang dalam satu zona, tunduk pada tindakan manajemen yang aman. Pertunjukan luar ruangan sebelumnya dibatasi maksimal 50 orang. (lia/sumber:cnbcindonesia)