press enter to search

Senin, 26/10/2020 14:43 WIB

Sejumlah Artis Gagal Maju di Pilkada 2020: Dari Presiden Cinta sampai Krisyanto Jamrud

Redaksi | Kamis, 17/09/2020 12:29 WIB
Sejumlah Artis Gagal Maju di Pilkada 2020: Dari Presiden Cinta sampai Krisyanto Jamrud Olla Ramlan.


JAKARTA (Aksi.id) - Sejumlah artis gagal ikut bertarung di Pilkada 2020. Padahal, beberapa dari mereka sempat sesumbar, yakin ikut kompetisi Pilkada 2020.

Mereka gagal mengikuti ajang pemilihan kepala daerah yang digelar selama lima tahun sekali itu. Penyebabnya beragam. Ada yang karena kurang dukungan dari partai politik pengusung atau alasan lainnya.

Siapa saja?

Berikut daftar artis Tanah Air yang gagal meramaikan Pilkada Serentak 2020:

1. Ramzi

Presenter Ramzi Geys Thebe alias Ramzi mengaku akan memeriahkan Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020.

Pria berusia 44 tahun tersebut telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wakil wali kota mendampingi Ir Kemal Pasya.

Pasangan ini akan maju melalui jalur independen alias perseorangan.

Ramzi beralasan, keputusannya mencoba dunia politik murni karena ketertarikannya dengan perkembangan dunia politik.

"Saya tidak pernah muncul di permukaan, saya akan terjun ke politik, iya," kata Ramzi seperti dikutip Kompas.com dari video Beepdo, Jumat (7/8/2020).

"Tapi perkembangan politik, dinamika politik, saya berteman dengan orang-orang politik, tokoh-tokoh penting, akhirnya sedikit banyak mendapatkan advance dan mendapatkan ilmu untuk saya menetapkan maju di Pilkada Tangsel ini," lanjutnya.

Sayangnya, hingga hari pendaftaran bakal pasangan calon di Pilkada Tangsel 2020 ditutup, Ramzi tak kunjung mendaftarkan diri.

Ia pun gagal mengikuti Pilkada Tangerang Selatan 2020.

Di Pilkada Tangsel, ada tiga pasangan yang akan bersaing ketat memperebutkan suara, yaitu Siti Nur Azizah-Ruhamaben; Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichan; dan Muhamad-Rahayu Saraswati.

2. Pasha Ungu

Sigit Purnama Said alias Pasha juga gagal mengikuti Pilkada Sulawesi Tengah 2020.

Bersama pasangannya, Anwar Hafid, vokalis band Ungu itu gagal maju karena tidak memenuhi persyaratan.

Semula, Anwar Hafi-Pasha akan maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada Sulteng 2020.

Di awal, mereka telah mengumpulkan dukungan dari Partai Demokrat, PAN, dan PPP.

Namun jelang pendaftaran calon kepala daerah, PAN serta PPP berbelok arah dan mengalihkan dukungan ke pasangan calon lainnya.

Alhasil, Anwar Hafid-Pasha Ungu hanya mengumpulkan tujuh dari sembilan kursi.

Sementara, untuk persyaratan maju di Pilkada Sulteng dibutuhkan dukungan dari 20 persen kursi parlemen.

Menanggapi kegagalannya, Wakil Wali Kota Palu itu menulis sebuah ucapan terima kasih lewat keterangan video.

Terutama, kepada semua simpatisan yang telah bekerja keras untuk mereka.

3. Aldi Taher

Selain Pasha Ungu, artis Aldi Taher juga gagal maju dalam Pilkada Sulawesi Tengah 2020.

Sebelumnya, bintang sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah ingin maju bersama Rusli Baco Daeng Palabbi.

Ia maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan mengaku didukung empat partai politik, yakni Perindo, Golkar, PPP, dan PAN.

Sebelumnya, Aldi Taher sempat mengutarakan keinginannya untuk maju dalam Pilkada Sumatera Barat 2020.

Menanggapi kegagalannya, Aldi Taher mengaku sangat kecewa tapi tak ingin terlalu lama larut dalam kesedihan.

Mantan suami Dewi Perssik ini pun langsung bersemangat untuk bangkit dan mempersiapkan diri di kesempatan mendatang.

"Kecewa iya, tapi jangan lama-lama. Bismillah bangkit, insyaAllah maju lagi, membangun Indonesia," jelas Aldi Taher.

Selain itu, ia akan berusaha kembali untuk mengikuti Pilkada 2022.

"Alhamdulillah gagal Pilkada Sumatera Barat, Pilkada Sulteng tetap belajar memperlancar baca Alquran."

"InsyaAllah nanti ikhtiar lagi tahun 2022 maju Pilkada lagi. Bismillah," terang Aldi Taher.

Aldi Taher juga mendeklarasikan diri sebagai Presiden Cinta.

4. Olla Ramlan

Olla Ramlan juga gagal meramaikan Pilkada Serentak 2020.

Sebelumnya, ia dikabarkan siap menjadi Calon Wakil Bupati Sukabumi, Jawa Barat.

Terkait hal ini, Olla pun angkat bicara.

"Hah? Nggak enggak ada. Aku enggak jadi ikutan (Pilkada Serentak)," kata Olla Ramlan ketika ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2020).

Istri pengusaha Aufar Hutapea itu awalnya malu-malu menyampaikan alasan mengapa dirinya mengurungkan niat atau mundur dari Pilkada Serentak Sukabumi.

"Ya enggak kenapa-kenapa. Enggak aja, enggak ikutan," ucap wanita bernama lengkap Olla Ramlan Tissa itu.

Ibu tiga anak kelahiran Banjarmasin, 15 Februari 1980 itu mengaku saat ini belum layak jika mencalonkan diri jadi calon wakil Bupati Sukabumi.

"Belum waktunya lah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Olla Ramlan menganggap dirinya belum siap secara wawasan, pengetahuan, dan kemampuannya dalam berpolitik dan pemerintahan, jika nekat ikuti Pilkada Serentak atau tetap mencalonkan diri jadi calon wakil Bupati Sukabumi.

"Masih banyak orang lain yang bisa. Saya masih kecil lah (berpolitik)," ujar Olla Ramlan.

5. Krisyanto Jamrud

Nama terakhir ada vokalis band Jamrud, Krisyanto. Mimpinya untuk mengikuti Pilkada Pandeglang 2020, kandas.

Krisyanto yang berpasangan dengan Hendra Pranova dinyatakan gagal menjadi kontestan pilkada dari jalur independen.

Pasalnya, mereka tidak memenuhi syarat berdasarkan penghitungan dokumen dukungan perbaikan.

Sebelumnya, Krisyanto dan Hendra sudah menyerahkan dokumen dukungan perbaikan pada Senin (27/7/2020) sekitar pukul 23.29 WIB.

KPU Pandeglang kemudian memeriksa dan menghitung jumlah dukungan dan sebaran.

"Dokumen yang diserahkan tidak memenuhi syarat atau di bawah ambang batas minimal," kata Komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (28/7/2020)

Berdasarkan perhitungan KPU, dokumen yang memenuhi syarat sebanyak 57.995 dukungan dan yang tak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 11.553 dukungan.

Data dukungan yang diberikan oleh pasangan ini kurang dari 66.170 yang menjadi syarat ambang batas minimal.

Oleh karena itu, Kristyanto dan Hendra tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni verifikasi administrasi (vermin) dan dukungan kegandaan pada 29 Juli hingga 4 Agustus 2020 mendatang.

"Sesuai ketentuan, jika bapaslon menyerahkan dukungan kurang dari ambang batas minimal, maka ditolak," kata dia.

Ahmadi mengatakan, Krisyanto-Hendra dipastikan sudah tidak bisa melaju ke kontes Pilkada Pandeglang dari jalur independen lantaran tahapannya sudah ditutup. (ds/sumber Tribunnews.com)