press enter to search

Rabu, 28/10/2020 00:09 WIB

Ditjen Hubdat Gelar Pekan Nasional Kesehatan di Kendari dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Dahlia | Minggu, 20/09/2020 16:08 WIB
Ditjen Hubdat Gelar Pekan Nasional Kesehatan di Kendari dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat Foto:istimewa

KENDARI (aksi.id) – Meski dihadapkan pada masa pandemi Covid-19, upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan berkendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas terus dilakukan, mengingat kecelakaan lalu lintas didominasi korban dari usia produktif.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2020 di Hotel Claro Kendari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan ini diisi melalui acara Fun Bike/Gowes dan Webinar “Berkendara Aman dan Selamat di Masa Pandemi Covid-19” sebagai rangkaian memperingati Hari Perhubungan Nasional 17 September 2020 yang lalu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, membatasi jumlah peserta, menjaga jarak dan rangkaian acara yang dapat diselenggarakan secara virtual.
 
“Tema PNKJ tahun ini berfokus pada Komitmen Pemimpin untuk menyuarakan Keselamatan Jalan yang di sertai oleh kepedulian dan peran serta masyarakat akan pentingnya Keselamatan di Jalan dengan slogan Sayangi Nyawa Suarakan Keselamatan Jalan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Imran Rasyid.

Menurutnya, berdasarkan data dari Polri pada tahun 2019 terdapat kejadian kecelakaan sebanyak 116.411 atau mengalami kenaikan sebesar 7% dari tahun sebelumnya.

“Dari jumlah yang saya sebutkan, kejadian kecelakaan berdasarkan jenjang pendidikan korban tertinggi adalah pelajar dan mahasiswa sebanyak 71.134 kejadian sedangkan kejadian dengan rentang usia 10-14 tahun sebanyak 7.129 kejadian dan kejadian dengan rentang usia 20-24 tahun sebanyak 13.170 kejadian,” ucapnya.

Imran menambahkan, kecelakaan lalu lintas biasanya diawali dengan pelanggaran dan sampai saat ini tumbuh kembang budaya melanggar dalam berlalu lintas di Indonesia dapat dikatakan sangat pesat.

“Tingginya angka pelanggaran lalu lintas mengindikasikan semakin rendahnya norma dan etika berlalulintas, serta semakin buruknya budaya keselamatan transportasi jalan di Indonesia,” kata Imran.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menyalurkan dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, baik kesehatan maupun keselamatan berlalu lintas di jalan, karena kita adalah pelopor keselamatan.

Semakin tingginya animo masyarakat dalam menggunakan sepeda sebagai alternatif transportasi dan olahraga pada masa pandemi ini, maka baru saja Kementerian Perhubungan menetapkan Peraturan Menteri Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan, sebagai salah satu bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap keselamatan para pesepeda.

“Dengan ini saya sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak atas kerja kerasnya, inisiatif dan peran aktifnya, sebagai bentuk nyata kepedulian serta tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan di jalan,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Endang Abbas, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara, Benny Nurdin Yusuf, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hado Hasina, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar, dan klub-klub sepeda yang ada di Sulawesi Tenggara. (omy)