press enter to search

Rabu, 02/12/2020 08:06 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Myanmar Perpanjang Lockdown Yangon

Dahlia | Senin, 21/09/2020 21:08 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, Myanmar Perpanjang Lockdown Yangon Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Pemerintah Myanmar memutuskan memperpanjang pembatasan ketat dan penguncian wilayah (lockdown) di kota Yangon untuk memerangi wabah virus corona (Covid-19), menyusul melonjaknya jumlah kasus dan kematian.

Melansir Associated Press, Senin (21/9), pengumuman itu disampaikan pada Minggu (20/9) kemarin oleh Menteri Kesehatan Myanmar, Myint Htwe. Perpanjangan pembatasan itu mencakup Yangon yang merupakan kota terbesar sekaligus pusat transportasi utama di negara itu.

Langkah-langkah pembatasan yang berlaku mulai Senin itu hanya akan mengizinkan satu orang dari setiap keluarga untuk berbelanja dan maksimal dua orang berkunjung ke rumah sakit.

Pemerintah juga mewajibkan penggunaan masker.

Semua pegawai kantor harus bekerja dari rumah. Sementara karyawan pabrik, perusahaan finishing, dan konstruksi harus menghentikan operasional dari 24 September hingga 7 Oktober.

Sementara pegawai dari sektor pelayanan penting termasuk pegawai bank, stasiun pengisian bahan bakar, toko makanan, dan apotek dibebaskan dari aturan pembatasan.

Perjalanan ke luar kota Yangon sudah dilarang dan semua penerbangan domestik sudah dihentikan sejak 11 September.

Hingga Minggu pekan lalu, Myanmar mencatat 5.541 kasus positif Covid-19 termasuk 92 kematian.

(lia/sumber:cnnindonesia)