press enter to search

Jum'at, 30/10/2020 12:15 WIB

Pemakaman Jenazah Suspect Covid-19 di Kabupaten Tegal Ricuh, 2 Petugas Terluka

Redaksi | Rabu, 23/09/2020 09:28 WIB
Pemakaman Jenazah Suspect Covid-19 di Kabupaten Tegal Ricuh, 2 Petugas Terluka Pemakaman Jenazah pasien suspect corona di TPU Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

TEGAL (Aksi.id) - Pemakaman jenazah pasien suspect COVID-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Selasa (22/9) berlangsung ricuh. Akibatnya, 2 petugas pun terluka akibat diduga terkena pukul.  

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Soesilo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin. Menurutnya, pasien yang meninggal adalah pasien suspect dan belum dipastikan positif COVID-19. Pasien adalah laki laki berinisial H (15).

"Pasien meninggal Selasa (22/9/2020) pukul 07.30 WIB. Pemakaman sekitar pukul 13.45 WIB dan dalam proses pemakaman terjadi keributan. Pasien sendiri memiliki gejala ke arah COVID-19 dan sudah tes swab namun hasil belum keluar," katanya.  

Berdasarkan informasi awal, lanjut Guntur, kejadian tersebut bermula ketika tali tambang yang dipegang oleh pihak keluarga pasien, lepas dari genggaman. Sehingga mengakibatkan peti jenazah miring.  

Kemudian, saat itu juga yang memegang tali langsung lompat turun ke liang lahat. Sementara, petugas pemakaman lainnya secara pelan-pelan melepaskan tali tambang untuk mengimbangi peti jenazah.

Entah apa yang terjadi, lanjut dia, tiba-tiba terjadi keributan. Warga yang menyaksikan pemakaman langsung mendekat ke liang lahat dan terjadilah kericuhan itu. Petugas pun lari menyelamatkan diri.

"Informasi di lapangan macem-macem, jadi belum pasti kronologisnya seperti apa. Besok, akan saya tanyakan langsung kepada petugas agar lebih jelas. Tadi sudah ditanyakan, cuma karena terluka akhirnya penyampainnya kurang jelas," ujarnya.  

Akibat peristiwa itu, ada 2 petugas yang terluka di kepala bagian belakang akibat mendapatkan pukulan. Keduanya sempat dibawa ke Puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD dr Soesilo.

Kedua petugas pemakaman yang terluka adalah Ida wahyu (41) dan Waras (38). Keduanya merupakan petugas Pegawai RSUD dr Soesilo Slawi asal Desa Kebandingan, Kecamatan Kedungbanteng. Selain itu, kendaraan petugas juga mengalami kerusakan.

Usai kericuhan itu, proses pemakaman dilanjutkan oleh warga setempat, tanpa menerapkan protokol COVID-19. (ds/sumber Komparan.com)